Gapoktan Pekon Kota Jawa Kecamatan Bangkunat Diduga Dalang Penjualan Bantuan Bibit Jagung Hibrida NK 212

PESISIR BARAT tirasnusantara.com – Pemerintah menggelontorkan bantuan kepada masyarakat guna untuk membantu mensejahterakan, agar masyarakat bisa hidup lebih tenteram dan damai, bukan malah sebaliknya.
Tapi hal itu tidak demikian dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Pekon Kota Jawa Kecamatan Bangkunat Kabupaten Pesisir Barat, karena ada dugaan oknum pengurus Gapoktan Kota Jawa jadi dalang penjualan bibit jagung NK 212 bantuan pemerintah.
Hal itu disampaikan “M” kepada team FPII Pesisir Barat, “Kami kalo soal bantuan bibit jagung NK 212 dari pemerintah tidak pernah kebagian, karena diduga bibit tersebut sudah dijual oleh oknum pengurus Gapoktan kepihak luar, termasuk juga pak Yasin ikut disitu, “Bebernya.
Ditemui dirumahnya Yasin selaku ketua Kelompok Tani (Poktan) Mekar Tani Pekon Kota Jawa, mengatakan, “Iya mas bener saya akui bahwa saya pernah mengantarkan penjualan bibit bantuan pemerintah itu sekitar bulan puasa kemaren, saya juga sudah agak lupa karena sudah lama, “Kilahnya.
Disoal tentang kenapa bibit bantuan itu sampai dijual kepihak luar, kan itu untuk masyarakat petani, Yasin menambahkan kalo dirinya cuma pesuruh jadi tidak tau secara detail.
“Nah kalo soal kenapa dijual saya tidak tau, tapi saya hanya disuruh dengan imbalan lebih kurang Rp. 25.000,- per dus nya. Dan yang nyuruh Pak Harmusi dan pak Ketut Sumadi selaku pengurus Gapoktan.
“Silahkan untuk lebih jelas tanya aja langsung dengan yang bersangkutan, saya tidak mau selalu yang disalahkan, padahal saya sebagai pesuruh antar sana antar sini, yang enak Gapoktan. “Jelas Yasin.
Ditempat terpisah Harmusi selaku ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Pekok Kota Jawa menyampaikan permohonan maaf jika penjualan bibit itu merupakan perbuatan yang salah dan tidak bisa dibenarkan.
“Mohon maaf jika kemaren itu ada terjadi penjualan bibit jagung NK 212, saya harap masalah ini jangan diperpanjang karena takutnya nanti banyak pihak yang terkait, “Kilahnya tanpa memperjelas maksud siapa saja pihak yang sudah bersekongkol itu.
“Ini sudah terjadi dan uangnya pun sudah habis, jadi sekali lagi mohon jangan diperpanjang lagi soal ini. Saya takut banyak pihak yang merembet kalo ini terus akan diangkat, “Tutupnya.
Sampai berita ini diterbitkan Tajudin sebagai Kepala Badan Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Bangkunat belum berhasil dikonfirmasi karena yang bersangkutan jarang berada ditempat tugas. (Fendy/team)