FPII Setwil Lampung : Bus over kapasitas Dishub jangan Kerjasama dengan Awak Bus yang Nakal.

Lampung Selatan Tirasnusantara.com, – Melalui pantauan Media Parners Forum Pers Independent Indonesia ( FPII ) Setwil Lampung H-3 arus mudik terjadi penumpukan jumlah pemudik terjadi dipelabuhan Bakauheni yang diperkirakan mencapai puluhan ribu terlihat memadati area Terminal ASDP Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan.

Namun sangat disayangkan, padatnya pemudik tak disertai kesigapan petugas dari Dinas Perhubungan dalam mengatur penumpang yang hendak menaiki kendaraan Bus maupun Travel, sehingga terjadi overload penumpang.

Pemudik yang hendak melanjutkan perjalanannya harus berdesak-desakan berebut masuk naik ke dalam angkutan yang ada.

Bahkan didalam salah satu armada bus, terlihat penumpang yang tak kebagian kursi harus rela berdiri demi sampai kekampung halaman tanpa memikirkan keselamatan.

Menurut salah satu pemudik asal Kota Metro Rika (23), kondisi saat ramai seharusnya tidak dibiarkan begitu saja, sebab kata nya, jika hal seperti ini dibiarkan tentunya dapat berbahaya bagi pemudik.

“Kalo seperti ini yang pertama gak enak dilihat karna terkesan acak-acakan, kedua melihat kondisi bus yang hampir rata-rata melebihi kapasitas penumpangnya kan bisa saja menjadi bahaya,” ujarnya. Minggu (2/6/2019).

Menurut Aminudin ketua setwil FPII Lampung, seharusnya Petugas Perhubungan dapat mengatur para pemudik yang datang menuju Bus yang bertujuan ke tujuan pemudik dan bisa memberikan ararahan kepada Awak Bus agar membatasi jumlah penumpang sesuai kursi yang ada agar tidak sampai terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

“Seharusnya ada petugas (perhubungan) yang berjaga dan mengarahkan para penumpang, supaya gak sampe ada kendaraan yang melebihi kapasitas, dan melebihi kursi duduk yang ada. Bila gak ada yang ngatur dan mengarahkan harus kesini atau harus naik yang ini ya kacau jadinya, seperti tidak terkordinir, ditambah oleh travel yang supirnya narik-narik pemudik agar naik mobilnya kan bikin gak nyaman,”

Aminudin berharap kondidi yang tidak nyaman dan jumlah Penumpang melebihi kapasitas kendaraan yang ada hanya sebatas kelalayan Petugas Perhubungan, bukan unsur kesengajaan bekerjasama dengan awak Bus guna mengeruk keuntungan sesaat tampa memperhatikan keselamatan pemudik.
Menurutnya bila terindikasi ada kerjasama dengan awsk Bus yang nakal, maka petugas tersebut harus diberi sangsi tegas, agar kedepan hal seperti ini tidak terulang lagi.

Saat dikonfirmasi via telpon seluler oleh media ini , Kepala Dinas Perhubungan Lamsel Anasrullah tidak memberi jawaban hingga berita ini diturunkan. ( 2306 Am )