FPII Kutuk Oknum Peratin Tulung Bamban Hina Profesi Wartawan

PESISIR BARAT tirasnusantara.com – Seorang pemimpin seharusnya menjadi tauladan, baik dari perbuatan maupun perkataan, hal itu untuk menjaga kondusipitas dalam kehidupan bermasyarakat maupun menjaga keharmonisan dalam bermitra dengan lintas profesi.

Namun hal itu tidak dicerminkan oleh oknum Peratin Pekon Tulung Bamban Kecamatan Pesisir Selatan Kabupaten Pesisir Barat Edison, Rabu 22/5 saat wartawan anggota Forum Pers Indevenden Indonesia (FPII)  Kabupaten Pesisir Barat Lezan Peka menemui Peratin untuk konfirmasi terkait pemberitaan.

Namun setelah ketemu bukannya tanggapan yang bersahabat dari Edison yang katanya pernah juga berprofesi sebagai wartawan, Edison malah mengeluarkan perkataan yang tidak pantas dilakukan seorang pemimpin. “Wartawan apa tidak jelas, apa urusan tanya – tanya tentang kerja dan kebijakan saya,  kalo cuma kartu pers,  surat tugas,  dan kaos bertuliskan pers banyak dipasaran,  “Ketus Edison.Untuk diketahui saat itu Lezan Peka bermaksud mengkonfirmasi terkait informasi dari masyarakat Pekon Tulung Bamban yang merasa tidak nyaman dengan gaya kepemimpinan Edison yang diduga menyalahi prosedur dan mengangkangi undang – undang dalam memberhentikan dan mengangkat aparatur pemerintahan dalam jajarannya.

“Peratin Edison dalam memberhentikan dan mengangkat perangkatnya tidak dilakukan melalui mekanisme, sehingga menimbulkan ketidak nyamanan dan penuh dengan tanda tanya, standarisasinya dalam menentukan kebijakan berlandaskan apa, tiba – tiba saja aparatnya diberhentikan, kemudian mengangkat yang lain sebagai pengganti, “Ungkap sumber yang minta identitasnya dirahasiakan

Adapun perngkat Pekon Tulung Bamban yang sudah dinon aktifkannya yaitu :
1. Mawardi pemangku
2. Heri Wijaya pemangku
3. Hanstiawan KASI
4. Rapi Wahyudi KAUR
5. Enni Sanita KAUR

Kemudian Edison mengangkat perangkatnya yang baru yaitu :
1. Agus Wandi usia 47 tahun sebagai KAUR
2. Roli sebagai Pemangku
3. Nazif Sofya usia 48 tahun sebagai KAUR
4. Erkanti usia 54 tahun sebagai Pemangku
5. Reta sebagai BendaharaTerkait hal ini Aminuddin selaku Setwil FPII Provinsi Lampung mengecam keras gaya premanisme seorang oknum Peratin Tulung Bamban yang bernama Edison, “Hal ini tidak bisa dibiarkan bertindak sesukanya saja, seorang Peratin jelas dalam sumpah jabatan diikrarkan bahwa akan menjaga kondusipitas dalam hidup bermasyarakat, “Paparnya.

Masih lanjut Amin, “Pengangkatan dan pemberhentian perangkat pekon itu sudah jelas mekanismenya diatur dalam undang – undang desa, jadi seorang peratin tidak bisa bertindak dengan sepihak tanpa melibatkan masyarakat terlebih LHP, kalo itu tidak dilakukan maka sangat kuat dugaan adanya pelanggaran.

“Kepada pihak terkait kami berharap masalah ini segera diselesaikan agar masyarakat merasa nyaman dan tidak gaduh dengan adanya pilih kasih dan arogansi peratin Edison dalam memimpin Pekon Tulung Bamban, dan terkait perbuatannya yang menyinggung perasaan anggota kami, maka peratin Edison harus minta maaf secara terbuka, “Pintanya.  (Rls/lzn/Amin)