Fitiawan; Ketua BUMDes Kerbang Langgar Lakukan Pembohongan Publik

KERBANG LANGGAR tirasnusantara.com – Realisasi dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Pekon Kerbang Langgar Kecamatan Pesisir Utara Kabupaten Pesisir Barat yang bersumber dari Dana Desa (DD) sebesar Rp. 150.000.000,- (Seratus Lima Puluh Juta Rupiah) tahun 2018 mendapatkan sanggahan keras dari pengurus.

Fitiawan selaku bendahara kepada team tirasnusantara.com (2/6) mengatakan, bahwa uang BUMDes Pekon Kerbang Langgar secara administrasi memang benar sebesar Rp. 150.000.000,- (Seratus Lima Puluh Juta Rupiah), akan tetapi yang diterima tidak utuh dikarenakan ada administrasi yang mesti dipenuhi.

“Saya selaku bendahara mengakui bahwa memang benar secara administrasi uang itu sebesar Rp.150.000.000,- (Seratus Lima Puluh Juta Rupiah), akan tetapi yang kami terima tidak utuh lagi dikarenakan ada administrasi yang mesti dipenuhi.

Dan uang tersebut pada realisasinya tidak seperti yang disampaikan oleh ketua, karena saya yang bendahara jadi saya yang tau persis keluar masuknya uang itu, janganlah membohongi orang banyak, “Tegasnya.

“Ingat yang dihabiskan itu uang Negara, bukan kalau uang hasil usaha sendiri, jadi bila nanti ada temuan indikasi perbuatan pidana, wajib dipertanggung jawabkan, maka saya tidak mau bersekongkol dalam kejahatan.

Disoal terkait realisasi real nya dana BUMDes, Fitiawan menjelaskan bahwa pembelian 1 unit mobil itu sebesar Rp. 65.000.000,- (Enam Puluh Lima Juta Rupiah), dan sebesar Rp. 70.000.000,- (Tujuh Puluh Juta Rupiah) dipinjam oleh Peratin atas nama Pemerintah Pekon yang diterima langsung oleh bendahara Sahroni, bukti tanda terima bermateai 6.000,- ada pada saya, hingga saat ini uang tersebut belum juga dikembalikan.

“Saya selaku bendahara menganggap ketua BUMDes itu melakukan pembohongan publik, dan tidak mungkin hasil usaha itu sampai Rp. 0,- (Nol Rupiah), kan dalam setiap bulan itu pasti ada yang menggunakan jasa mobil itu, “Ungkapnya.

Untuk diketahui bahwa ketua BUMDes Pekon Kerbang Langgar Eka Putra, saat dihubungi melalui sambungan telpon (29/5), mengakui adanya penyertaan modal BUMDes tahun 2018 sebesar Rp. 150.000.000,- (Seratus Lima Puluh Juta Rupiah).

Menurut Eka uang tersebut sudah dipergunakan untuk membeli 1 unit mobil Rp.100.000.000,- (Seratus Juta Rupiah), sedangkan yang Rp. 50.000.000,- (Lima Puluh Juta Rupiah)  nya untuk membeli leptop dan keperluan kantor lainnya.

Dan setelah mobil itu dibeli tidak ada masyarakat yang memanfaatkan jasa angkutnya, kalau pun ada namun gratis, sehingga saat ini saldo BUMDes Pekon Kerbang Langgar Rp. 0,- (Nol Rupiah), “Jelas Eka. (Roso/Yahman/team).