Edy Mukhtar; Salah Gunakan Dana Desa Hukuman Mati atau Penjara Seumur Hidup

PESISIR BARAT tirasnusantara.com – Kerjasama dalam menanggulangi suatu masalah menjadi keharusan bagi semua lapisan masyarakat, mulai dari yang miskin apa lagi yang kaya.

Berdasarkan pokok pikiran diatas, kepada team tirasnusantara.com Edy Mukhtar, SP selaku Insfektur Kabupaten Pesisir Barat memperingatkan dengan keras agar Aparatur Pemerintahan Pekon (APP) bisa mempergunakan anggaran pencegahan penularan wabah Covid-19 dengan semaksimal mungkin.

“Saya berharap kepada Aparatur Pemerintahan Pekon (APP) untuk mempergunakan anggaran pencegahan penularan Covid-19 melalui dana desa dengan semaksimal mungkin, apapun kebutuhan yang dipandang penting segera dipenuhi agar daerah kita terhindar dari paparan virus yang menakutkan ini.

Melalui relawan desa lawan Covid-19 di Pekon masing-masing saya berharap kerjakan amanah itu dengan penuh keikhlasan, lengkapi semua kebutuhan untuk sosialisasi dan pencegahan sesuai dengan anggaran yang ada, seperti Seragam, Masker, banner, selebaran, perlengkapan cuci tangan, cairan desinfektan untuk penyemperotan, dan lain-lain.

“Jangan salahgunakan anggaran yang sudah disiapkan, karena berdasar surat edaran dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nomor 8/2020 jelas ancaman hukumannya yaitu hukuman mati atau seumur hidup, “Paparnya.

Kita tau sanksi tersebut sangat berat. Bahkan lebih berat dari ancaman tindak pidana korupsi yang selama ini ada di Negara kita. Dan perlu diingat bahwa hal ini berlaku juga pada penyeleweng dana desa.

Peringatan ancaman tersebut segera akan kami kirimkan ke seluruh Kecamatan agar diteruskan ke Pekon. Dan inspektorat juga nanti bakal mengevaluasi dan mengaudit penggunaan dana desa dan termasuk yang diperuntukkan bagi pencegahan Covid-19 ini.

Anggaran dana desa untuk penanganan Covid-19 tersebut juga merujuk kepada Surat Edaran Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 11/2020 tentang Perubahan Atas Surat Edaran Nomor 8/2020tentang Desa Tanggap Covid-19 dan penegasan padat karya tunai.

Oleh karena itu Peratin selaku pimpinan ditingkat Pekon hendaknya sigap dalam setiap musibah yang sedang mewabah, agar masyarakat terhindar dari bahaya yang mengancam jiwa.

Gerakkan semua potensi, fungsikan jajaran yang ada sehingga semua program dapat terwujud dengan baik dan sempurna, saya yakin kalau management kepemimpinan berjalan maka tidak akan sulit apapun langkah yang akan dilakukan.

“Sekali lagi jangan coba-coba salah gunakan dana desa, apa lagi untuk mempekaya diri, ingat hukumannya berat, dan tidak main-main. “Tutupnya. (Roso/team)