Edo Lesmana; Drainase Bumi Ratu Diduga Asal Jadi Wajib Diusut Tuntas

NGAMBUR tirasnusantara.com – Terkait dengan pekerjaan proyek drainase yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun 2020 di Pekon Bumi Ratu Kecamatan Ngambur Kabupaten Pesisir Barat Provinsi Lampung diduga kuat  tidak sesuai dengan bestek membuat geram Edo Lesmana selaku Sekretaris Korwil FPII Kabupaten Pesisir Barat.

Kepada team tirasnusantara.com (9/5) di Krui Edo mengatakan, “Pembuatan saluran drainasi dengan Volume 335,4 M yang akan menghabiskan dana sebesar Rp. 233.054.300,- terkesan asal jadi itu, sungguh merupakan persoalan serius yang tidak bisa dibiarkan begitu saja.

“Kalau semua elemen yang ada di Pekon Bumi Ratu cenderung membiarkan Proyek seperti itu berjalan tanpa ada sanggahan, ini semakin menambah keyakinan kami bahwa ada dugaan main mata terutama antara LHP dan Pendamping Lokal Desa, karena merekalah yang tau dan bertugas mengawasi pekerjaan itu, disamping masyarakat Bumi Ratu pada umumnya, “Papar Edo.

“Berkaitan dengan hal tersebut kami dari Koordinator Wilayah Forum Pers Indevendent Indonesia Kabupaten Pesisir Barat tidak akan pernah diam jika melihat kedzoliman terhadap masyarakat, bapak Bupati pun pasti tidak suka jika pembangunan terkesan main-main, jadi bukan hanya di Pekon Bumi Ratu saja yang kami pantau, akan tetapi disemua Pekon yang ada di Bumi Sai Batin dan Para Ulama ini.

“Berawal dari Pekon Bumi Ratu ini akan kami kawal hingga sampai berjalannya proses hukum, nanti akan kelihatan siapa yang bermain-main, Peratin kah, PLD kah, atau TPK, kita liat saja nanti, “Tutupnya.

Diberitakan sebelumnya menurut keterangan Yubhar selaku masyarakat Pekon Bumi Ratu mengatakan, “Sangat nampak dengan jelas  bahwa diduga pembangunan drainase yang berasal dari DD tahun 2020 ini tidak sesuai dengan yang semestinya.

“Bagian drainase yang nampak terlihat janggal mulai dari lebar bagian atas, lebar bagian bawah serta kedalaman galiannya, dan konstruksi drainase tersebut tidak akan kuat dan mudah ambrol.

“Pemasangan batunya juga ada indikasi ingin meraup keuntungan besar, karena cukup dipasang dengan lapisan yang tipis lalu ditimbun pakai tanah, sehingga pekerjaan  asal jadi agar cepat selesai, bukan memperhatikan kwalitas bangunan yang sesungguhnya.

“Menurut saya ini pekerjaan akal akalan saja, boleh dicek ketebalan pasangan batu, kedalaman galian, serta kekuatan adukan semennya.

“Karena yang saya ketahui lebar bagian bawah drainase yang akan dibangun yaitu 40+40+40, sedangkan yang dibagian atas 30+60+30, dengan kedalaman 80 CM, ingat semua hasil dari pekerjaan ini merupakan tanggung jawab penuh Peratin, “Tegasnya. (Efendi/team)