Dukungan Kian Meninggi, Eva-Deddy Acapkali Diserang Fitnah

BANDARLAMPUNG tirasnusantara.com – Suasana politik jelang pemilihan Wali Kota Bandar Lampung 2020 kian memanas. Persaingan antar paslon makin terasa demi berebut simpati pemilih untuk satu tujuan meraih kemenangan.

Sering kita dengar bahwa politik itu jahat, demikian halnya demi meraih kemenangan, beberapa cara dilakukan termasuk isu negatif menjurus kepada fitnahpun dilakukan lawan pokitik, yang bertujuan mendiskreditkan sala satu pasangan calan dalam Pilakada. Hal tersebut dialami pasangan calon (paslon) Walikota dan Wakil Walikota Bandar Lampung, No Urut 3. Eva Dwiana-Deddy Amrullah.

Kampanye hitampun dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab yaitu berupa menyebarkan foto-foto yang menampilkan bantuan satu karung beras oleh Pemkot Bandar Lampung dan ada masker Paslon No.3 dalam satu paket bantuan. Foto-foto tersebut sengaja ditebar di grub-grub sosmed, seperti Grub WA dan Grub Facebook. Termasuk awak media kami juga menerima foto tersebut.

Menyikapi itu, staf ahli Wali Kota Bandarlampung, Rakhmat Husein, menegaskan bahwa itu bukan sekadar kampanye hitam tetapi kampanye busuk alias fitnah keji.

“Salah satu cara menjatuhkan lawan politik dalam pilkada adalah politik fitnah. Dan ini sedang terjadi. Paslon nomor 3 difitnah membagikan masker beserta beras. Seolah-olah beras itu bantuan dari Pemkot Bandarlampung untuk mendukung paslon nomor 3. Anehnya, kejadian ini tidak masif hanya terjadi di satu daerah tertentu,” kata Husein, Jumat (16/10).

Terpisah, calon Wali Kota Bandarlampung Ibu Eva Dwiana membenarkan bahwa saat ini dirinya diserang dengan kampanye hitam. “Kami (Eva-Deddy) saat ini di fitnah membagikan masker beserta beras,” kata Eva disela kampanye terbatas di Tanjungkarang Pusat, Bandarlampung, Lampung, Senin (19/10/2020).

“Pemerintah Kota memberikan bantuan beras itu dalam program bantuan COVID-19 Kota Bandarlampung, terakhir itu awal September 2020 lalu dan tidak dilanjutkan karena khawatir terjadi fitnah ketika kampanye sudah berjalan,” terang Eva.

Sementara, lanjut Eva, masker merah yang beredar adalah produk masker awal yang dibuat pascapenetapan nomor urut oleh KPU. “Ini sengaja di setting sebagai bagian dari kampanye fitnah untuk menutupi kebusukan orang lain,” ungkap Eva.

Dia menegaskan, paslon 3 tidak gentar dan khawatir menghadapi model kampanye hitam seperti ini. “Kita tetap konsisten menjalankan agenda kampanye sesuai aturan PKPU dan protokol COVID-19, dan paslon 3 sudah berjanji dan berkomitmen tidak akan melakukan kegiatan kampanye politik uang dan sembako, justru paslon 3 mengajak semua warga bersama-sama melawan politik hitam dan politik uang,” tegasnya. (Wagiman)