Dirumahkan, Puluhan Karyawan PT Domus Jaya Pertanyakan Kejelasan Status

LAMPUNG SELATAN Tirasnusantara.com,-Puluhan karyawan PT Domus Jaya, Desa Pardasuka, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan mempertanyakan kejelasan statusnya terkait kapan perusahaan akan mempekerjakan kembali karyawan pasca dirumahkan.

Diketahui, sebanyak 60 orang karyawan telah dirumahkan sejak Mei lalu, dengan rincian pada Mei 29 orang dan Juni 31 orang. Sebagian besar merupakan karyawan senior yang telah bekerja puluhan tahun pada perusahaan yang bergerak dibidang Refineri dan Fraksinasi minyak sawit itu.

Heriyanto, karyawan bagian produksi menjelaskan kronologi persoalan yang dihadapi mereka, bermula pada bulan Mei ketika perusahaan memberitahukan untuk merumahkan sementara para karyawan.

“Tanggal 20 April ada pemberitahuan, sehubungan mewabahnya Covid-19, perusahaan memutuskan untuk merumahkan sementara karyawan sebanyak 29 orang dari berbagai jabatan dan departement,” ujarnya kepada rakyatlampung.id, Jum’at (16/10).

Selanjutnya pada tanggal 22 April terjadilah perjanjian antara karyawan yang dirumahkan dengan pihak perusahaan menyepakati empat poin perjanjian.

“Kami dirumahkan dengan menanda-tangani surat perjanjian. Pertama upah selama dirumahkan dipotong 50 persen dari gaji, berbagai tunjangan kerja tetap diberikan, potongan BPJS ditanggung perusahaan, dan batas waktu dirumahkan tidak ditentukan,” bebernya.

“Sebenarnya saat itu saya sempat menyatakan keberatan isi dari poin empat, tentang batas waktu yang tidak ditentukan dan bersikukuh meminta kepastian kapan tanggal akan dipekerjakan kembali, tapi perusahaan berdalih jika surat perjanjian yang telah dibuat harus diganti membutuhkan waktu, jadi mau gak mau saya tanda-tangani saat itu mas,” timpalnya lagi.

Hal itu dibenarkan Winardi, karyawan logistik, kata dia, untuk mencairkan suasana, saat itu Pimpinan Perusahaan berujar, karyawan dirumahkan dengan sistem rolling (bergantian), “Nyatanya sampai sekarang tidak ada rolling karyawan seperti yang dijanjikan, malah dari 29 orang yang dirumahkan, empat orang di PHK perusahaan,” keluhnya.

Masih kata Winardi, pada bulan Juni perusahaan kembali merumahkan 31 orang karyawan, “Dari 31 orang yang dirumahkan empat diantaranya di PHK. total sejak Mei sebanyak 60 orang dirumahkan. 8 orang di PHK dan 1 cuti melahirkan. Saat ini tersisa 51 orang yang masih menunggu kepastian dari perusahaan,” ungkapnya.

Sekian bulan statusnya digantung, para karyawan kemudian menyurati management PT Domus Jaya untuk diskusi menanyakan kepastian tentang nasib mereka.

“Namun diskusi ditolak dengan alasan perusahaan tidak produksi secara optimal,” ujarnya menambahkan.

Sementara, Wahyudi karyawan divisi boiler menuturkan, setelah disurati lima kali akhirnya pada 15 Oktober 2020, perusahaan membuka diri untuk berdiskusi. Namun tidak ada titik temu, staff menjelaskan perusahaan belum bisa mempekerjakan mereka kembali.

“Jadi waktu itu diskusi tidak dihadiri Pimpinan Perusahaan, hanya staff management,” jelasnya.

Dirinya menegaskan bersama rekan-rekan lainya akan terus memperjuangkan hak-hak mereka. Bahkan, jika diharuskan akan menempuh jalur hukum, “Kami minta kepastian, pikirkan hak kami sebagai karyawan, jangan dzolimi kami, kami punya anak istri yang harus dinafkahi,” lirihnya.

Hingga berita ini diturunkan, Management PT Domos Jaya belum bisa ditemui untuk dikonfirmasi.(red)