Dinas PUPR Lamsel Tutup Mata, Pekerjaan Peningkatan Jalan Desa Mulyosari ‘AMBURADUL’

LAMPUNG SELATAN tirasnusantara.com – Carut marutnya pelaksanaan Proyek Peningkatan dan pembangunan jalan di lingkungan wilayah barat Dusun I Desa Mulyosari, Kecamatan Tanjung Sari, yang sebelumnya menuai protes oleh warga sekitar, ternyata tak membuat Toni se Pengawas Dinas PU-PR UPT Tanjung bintag berperan aktif. Namun sebaliknya, Toni sebagai pengawas Dinas PU-PR hanya terkesan tutup mata melihat carut marutnya pekerjaan itu.

Sebelumnya, kwalitas pembangunan yang bersumber dari Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah (APBD) senilai Rp 492.916.920,78 yang dilaksanakan oleh CV. Tuah Drajat sebagai pelaksana, itu diklaim oleh warga setempat tidak sesuai dengan Spesifikasi. Pasalnya, menurut warga sekitar, Volume panjang dan lebar jalan Lapen disinyalir tidak sesuai dengan RAB, panjang badan jalan pada RAB seharusnya 484 meter ternyata hanya 413 meter, begitu pula lebar jalan seharusnya pada RAB 300 centimeter ternyata hanya 280 hingga 290 centimeter, selain itu ketebalan Lapen pun tidak rata, ada yang 2 cm, 2,5 cm hingga 3 cm bahkan belum satu bulan jalan Lapen itu sudah ditumbuhi rumput menandakan tipis dan tidak meratanya siraman aspal.

Ironisnya, Dinas PU-PR Kabupaten Lampung Selatan melaui UPT Kecamatan Tanjung bintang terkesan tutup mata tak perduli klaim dari warga dan pemberitaan dari berbagai Media tentang ‘AMBURADULNYA’ pekerjaan yang dilaksanakan oleh CV. Tuah Drajat. Parahnya lagi, setelah diketahui volume panjang jalan kurang 71 meter dari ketentuan yang ada di RAB, tambahan pekerjaan Lapen sepanjang 71 meter itu dikerjakan secara mendadak oleh pelaksana CV. Tuah Drajat bersamaan dengan gelar Hotmix pada Sabtu 12 Desember 2020, sehingga pekerjaan tambahan Lapen sepanjang 71 meter itu terkesan asal jadi dikarenakan hamparan batu split diatasi badan jalan Onderlagh tanpa menggunakan pemadatan dengan mesin Walles, itu dilakukan dikarenakan pihak CV. Tiuh Drajat mengejar waktu untuk gelar Hotmix yang pada hari itu juga alat dan Hotmixnya sudah Standby di lokasi.

“Ini tidak bisa di gelar hotmix, ini Lapenya aja tidak menggunakan pemadatan dengan mesin Wales, tidak sama dengan pekerjaan sebelumnya yang menggunakan pemadatan, ” hardik Soleh salah satu warga setempat yang kembali komplin mencegah pekerja untuk gelar hotmix pada pekerjaan tambahan, pada Sabtu (12/12)

Menurut Soleh, pekerjaan Lapen sepanjang 71 meter itu adalah tambahan panjang jalan yang ada pada RAB sepanjang 484 meter ternyata dikerjakan hanya 413 meter.

“Ini aja kalau tidak di ukur oleh orang Media, kami warga tidak tahu kalau panjang jalan ini kurang 71 meter, ini kan sepertinya disengaja, apa iya pengawas dan pelaksanaan tidak tau kalau panjangnya kurang, ini panjangnya di tambahi tapi pekerjaanya asal jadi, amparan split kok gak dipadati pakai walles dan langsung mau digelar Hotmix, ” tegas Soleh.

Sementara, ditempat yang sama, Deni sebagai pelaksanan CV. Tuah Derajat, komplin terkait banyaknya pemberitaan miring dari berbagai Media tentang pekerjaan peningkatan dan pembangunan jalan Desa Mulyosari Kecamatan Tanjung sari.

“tidak seharusnya seperti itu, kawan kawan Media memberitakan pekerjaan saya, tegur dulu saya, bila saya sudah ditegur dengan kesalahan saya dan ternyata tidak saya perbaiki, ya itu berarti saya salah, ini kan tidak, pagi pagi saya bangun tidur dapat kiriman WhatsApp di Hp saya poto rumput tumbuh diatas Lapen dan poto ukuran ketebalan lapen, akhirnya saya bingung, makanya saya diam selama ini, “ucap Deni ditemui di lokasi saat pekerjaan gelar Hotmix Sabtu (12/12).

Masih kata Deni, gelar Hotmik yang dilaksanakannya pada hari ini itu dikarenakan pekerjaan Lapen sudah selesai dilaksanakan cukup lama, karena terhalang dengan keuangan akhirnya gelar Hotmix tertunda.

“Wajar sajalah kalau ada rumput tumbuh diatas Lapen, karena cukup lama selesai pengerjaan Lapen, jadi bukan berarti siraman aspal Lapenya tipis atau tidak merata, untuk pekerjaan panjang jalan yang kurang 71 Centimeter itu sudah dikerjakan, itu sebenarnya bukan kesalahan kami sebagai pelaksana, tapi saat pengukuran itu Konsultan dan Pengawas PU menunjukan disitu titiknya, ya batas itu yang kami kerjakan, ” pungkas Deni yang selalu dampingi salah satu LSM dan Media yang menurutnya masih kerabatnya.

Hingga berita ini terbit, KUPT Dinas PU-PR Kecamatan Tanjung Bintang, Tando tidak bisa dihubungi untuk dimintai konfirmasi terkait pekerjaan CV. Tuah Drajat yang dinilai tidak sesuai Spesifikasi. Dengan adanya berita ini diminta pihak Dinas PU-PR Kabupaten Lampung Selatan untuk menurunkan Team melihat langsung hasil pekerjaan CV. Tuah Drajat dan mempertimbangkan untuk menerima PHO. (Alison)