Diduga Tidak Transparan Pengelolaan Dana Desa, Peratin Pekon Waynapal Intimidasi Wartawan

PESISIR BARAT tirasnusantara.com – Realisasi Dana Desa (DD), Pekon Waynapal Kecamatan Krui Selatan Kabupaten Pesisir Barat Lampung, diduga syarat penyimpangan dan disinyalir jadi ajang korupsi oleh oknum Peratin pekon setempat.

Betapa tidak, proyek pembuatan Gapura Perbatasan Pekon yang bersumber dari DD tahun 2019 tersebut, selain di keluhkan warga karena tidak adanya transparansinya, dalam pembangunannya juga diduga tidak sesuai spek dan terkesan asal-asalan.

“Mat salah seorang warga Way Napal kepada team tirasnusantara.com (26/12) mengatakan, “Setau kami dananya untuk pembangunan gapura itu sebesar Rp.145.000.000,- (Seratus Empat Puluh Lima Juta Rupiah) lebih, semuanya dana itu peratin yang mengelola, TPK terkesan hanya formalitas saja, ”Ungkapnya.

Parahnya lagi, dalam pembangunan proyek gapura tersebut hanya memakai besi 10 inchi, jadi patut diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB).

“Lembaga Himpunan Pekon (LHP) juga tidak tahu menahu tentang pelaksana pekerjaan realisasi DD pekon waynapal.

“Untuk 4 tiangnya itu hanya memakai besi 10 inchi, tapi untuk tempat lampunya mereka hanya memakai besi 8 inchi.

Volumenya itu satu paketnya seluas 13×5 meter, saya kira itu tidak cukup, coba liat aja lansung dilapangan.

“Ketua LHP pun tidak tau seperti apa RAB nya, karena tidak adanya pemberitahuan dari peratin, “Terangnya.

Bobroknya kualitas proyek ratusan juta rupiah dari dana desa tersebut, diduga disebabkan masih lemahnya pengawasan dari intansi-instansi terkait.

“Miris dan prihatin melihat pengelolaan dana desa dipekon kami ini yang diduga tidak ada ketransparanan dari peratin.

“Oleh sebab itu kami berharap kepada instansi terkait untuk secepatnya mengusut banyaknya permasalahan terkait realisasi dana desa pekon waynapal ini.

“Kalau bisa lembaga penegak hukum turun lansung kelapangan agar melihat lansung seperti apa kualitas pekerjaannya, itu yang sangat harapakan, “Pintanya.

Yulyan Efendi selaku Peratin Pekon Waynapal, mengatakan dirinya sedang sibuk dikarenakan masih ditempat warganya yang sedang hajatan .

“Ya ngak jadi masalah, asal sumbernya jelas. Tapi kalau mau minta penjelasan dari saya, silahkan datang, “Kelitnya singkat melalui sambungan telpon.

Anehnya, ketika wartawan memenuhi undangan sang peratin guna untuk konfirmasi dibalai pekon, sang peratin diduga senghaja mengumpulkan seluruh aparatnya untuk mengintimidasi kerja wartawan. (Sukri/CL/Roso)