Diduga Tidak Ingin Ikut Terseret, Heri Kiswanto Absen Pelantikan Panwascam di Pesibar

PESISIR BARAT tirasnusantara.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pesisir Barat tetap melakukan pelantikan Panwascam se- Pesisir Barat untuk Pilkada 2020 meski menuai sejumlah protes dari berbagai kalangan. Namun, ada yang janggal dari pelantikan tersebut, salah satu Komisioner Bawaslu Pesibar, Heri Kiswanto tidak ikut menghadiri pelantikan.

Beredar informasi absennya Heri Kiswanto, karena dia tidak ingin ikut terseret-seret atas kasus dugaan pelanggaran tersebut.

Informasi tersebut pun dibantah oleh Sekretaris Bawaslu Pesibar, Yudi.

“Pelantikan tadi masih sesuai dengan hasil pengumuman kemarin. Komisioner yang gak hadir Heri Kiswanto, dia lagi DL ke Bogor,” kata dia saat dikonfirmasi.

Pelantikan Panwascam se Pesibar ini dilakukan di Hotel Kartika Serai pada Senin (23/12) dan dihadiri juga Komisioner Bawaslu Lampung, Karno dan perwakilan KPU Pesibar.

Sebelumnya, beberpa elemen masyarakat pun sempat angkat bicara atas dugaan nepotimse di tubu Bawaslu tersebut. Bahkan Advokat Bela Rakyat (ABR) dan KRLUPB Lampung yang digawangi Rakhmat Husein DC pun sedang menyiapkan berkas untuk melapor ke DKPP.

“Memang ada beberapa temuan dan laporan dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh Bawaslu Pesibar,  terutama masalah pelanggaran kode etik,” kata dia saat dibubungi, Sabtu (21/12) malam.

Namun demikian menurut aktivis yang konsen dalam mengawasi penyelenggaraan pemilu ini, pihaknya masih mengkaji atas temuan dan laporan dugaan pelanggaran tersebut.

“Bisa saja kalau hasil kajian kami nanti, ada potensi pelanggara kode etik maka KRLUPB akan membuat laporan resmi,” ungkapnya.

KRLUPB sendiri memiliki rekam jejak kesuksesan dalam melaporkan dugaan penyelenggara pemilu. Terkahir, KRLUPB melaporkan dugaan pelanggaran kode etik oleh Bawaslu Lampung yang berujung pada sanksi peringatan keras terakhir yang dialami Ketua Bawaslu Lampung, Fatikahtul Khoiriyah. (Wagiman/Roso/team)