Diduga Peratin Ulok Mukti Dukung Oknum LHP Gunakan Ijazah Orang Lain

PESISIR BARAT tirasnusantara.com – Badan Permusyawaratan Desa (BPD) atau dengan sebutan lain semisal LHP di Kabupaten Pesisir Barat, merupakan lembaga perwujudan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa (Pekon). BPD atau LHP dapat dianggap sebagai “parlemen”-nya desa (Pekon).
BPD atau LHP berfungsi menetapkan Peraturan Desa (Pekon) bersama Kepala Desa (Peratin), menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat.
Berkaitan dengan hal itu, seorang anggota BPD atau LHP dituntut kerja yang profesional dan berpendidikan formal, guna untuk sinergisitas dalam lingkungan pekerjaan dan mampu melaksanakan tupoksinya dengan baik.
Profesionalitas seorang BPD atau LHP selaku mitra kerja Kepala Desa (Peratin) akan mempersempit ruang gerak kebijakan yang menyimpang, bahkan celah kecuranganpun akan tertutupi dengan rapat.
 
Untuk itu diduga Peratin Pekon Ulok Mukti M. Amin dengan sengaja melakukan persekongkolan negatif dalam rangka penentuan anggota LHP Pekon yang dipimpinnya.
 
Pasalnya, menurut keterangan Karya Maulana selaku anggota LHP pilihan Peratin ini kepada tirasnusantara.com dikediamannya (22/1), mengatakan bahwa ijazah yang di pakainya untuk menjadi anggota LHP bukan ijazah miliknya, tetapi ijazah anaknya.
“Saya saat ini sebenarnya dipilih pak Peratin untuk jadi anggota LHP, tapi lebih baik saya jujur kalau saya ini tidak punya ijazah, jadi saya menggunakan ijazah anak kandung saya yang bernama Erwan Ependi. Bukan ijazah orang lain.
Pada saat yang bersamaan pernyataan Karya Maulana ini diamini juga oleh Supri Yanto yang merupakan rekan kerjanya di LHP Pekon Ulok Mukti.
Supri Yanto pun mengatakan hal yang sama bahwa dirinya juga diminta untuk menjadi anggota LHP, maka sama halnya ijazah orang lain yang digunakan.
“Saya juga mas menjadi anggota LHP ini karena diminta, akan tetapi tahun kemaren saya masih menggunakan ijazah SLTP, sekarang aturannya harus SLTA, maka saya pakai ijazah orang lain, saya disuruh pak Peratin nyari ijazah mas, kata pak Peratin
usahain ijazah SMA saya tidak mau tau pokoknya ada, “Papar Supri Yanto sembari menirukan omongan Peratin.
Terkait dugaan pemalsuan identitas tersebut tidak hanya Karya Maulana dan Supri Yanto, akan tetapi seorang Anwar Harun pun ikut memberikan keterangan bahwa dirinya memakai ijzah anaknya.
“Iya mas jujur saya ini menjadi anggota LHP sebenarnya memakai ijazah anak saya si Muslim, kenapa demikian karena anak saya tidak bisa bekerja, maka distruktur itu ditulis atas nama Anwar Harun karena saya menggantikan beliau, “Kilahnya.
“Tapi nanti kami semua yang tidak mempunyai ijazah ini akan berkoordinasi dulu sama pak Peratin, apa kata beliau (Peratin red) nantinya.
“Kami ini tidak dipilih masyarakat tapi ditunjuk, jujur pak Peratin yang nyuruh kami semua katanya kami yang mau bekerja. “Ungkap Anwar Harun.
Sampai berita ini diterbitkan Peratin Pekon Ulok Mukti belum berhasil dikonfirmasi, saat disambangi di Balai (Kantor Peratin), yang bersangkutan sedang tidak ditempat. (Efendi/Syahferi/Edo/Roso/Mus/team).