Diduga Oknum Pendamping Program Keluarga Harapan Lakukan Pemotongan Hak KPM di Ngambur

PESISIR BARAT tirasnusantara.com – Diduga ada pemangkasan dana bantuan terhadap keluarga penerima manfaat (KPM) program keluarga harapan (PKH ) yang bersumber dari kementerian sosial terhadap anggota KPM PKH oleh oknum pendamping.

Hal demikian terjadi di Pekon Negeri Ratu dan Pekon Sumber Agung Kecamatan Ngambur Kabupaten Pesisir Barat Provinsi Lampung.

“R” Anak kandung dari ibu Sunarsem selaku KPM PKH kepada team tirasnusantara.com (27/1), menjelaskan bahwasanya pada tahun 2019 ibunya mendapatkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), namun uang yang diterima tidak utuh sebagaimana mustinya.

“Mas ibu saya pada tahun 2019 mendapatkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) kategori lanjut usia (Lansia), namun uang yang diterima tidak utuh sebagaimana mustinya. Pasalnya pada penerimaan terakhir seharusnya ibu mendapatkan uang sebesar Rp. 425.000,- (Empat Ratus Dua Puluh Lima Ribu Rupiah) namun yang diberikan cuma sebesar Rp. 200.000,- (Dua Ratus Ribu Rupiah) saja.

“Kami masyarakat kecil ini memang tidak ngerti apa-apa dan syukur ada bantuan dari kemensos melalui PKH, tapi sayang masih ada aja oknum yang tega merampas hak tersebut, “Keluhnya.

Ditempat terpisah hal yang sama juga diungkapkan juga oleh Ratna Juwita warga Pemangku Kayu Ratu Pekon Sumber Agung selaku KPM PKH di Kecamatan Ngambur.

“Mas jujur semenjak masuk tahun 2019 saya tidak lagi mendapatkan dana bantuan PKH dan tanpa ada pemberitahuan yang jelas kepada saya oleh pendamping mengapa saya tidak mendapatkan lagi dana bantuan tersebut, dan buku rekening beserta kartu ATM saya sudah diambil oleh pendamping KPM PKH bapak Suparno.

“Saya sebenarnya tidak sempat menanyakan kepada bapak Suparno selaku pendamping kenapa terjadi seperti ini, karna waktu bapak Suparno mengambil buku Rekening dan ATM itu saya sedang tidak berada di rumah, beliau ngambilnya dengan ibu saya, harapan saya kalaupun ada masalah semestinya dibicarakan atau ada pemberitahuan secara baik-baik, jangan seperti ini seakan – akan merampas terang – terangan. “Keluhnya.

Suparno selaku pendamping KPM PKH di Ngambur kepada team tirasnusantara.com mengakui bahwa apa yang diinformasikan tentang dirinya itu benar adanya, dan yang bersangkutan juga mengakui jika buku Rekening dan kartu ATM diambil dan masih ditahannya.

“Saya akui bahwa apa yang diinformasikan tentang saya itu benar tidak saya bantah, bahkan buku rekening dan ATM itu juga saya yang ngambilnya, saat ini saya tahan karena ibu Ratna juita sebagai salah satu ketua kelompok Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH masih bermasalah tentang tabungan berencana (Beter), jadi saya yang nombok, “Kilahnya.

“Saya akui buku rekening dan kartu ATM ibu Ratna saya tahan sudah tiga kali pencairan ini, jumlah dalam setiap pengambilan sebesar Rp.1.850.000,- (Satu Juta Delapan Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah), saat ini sudah tiga kali pencairan saya yang ngambil. “Jelasnya.

Namun terkait atas nama Siti Khodijah dan Sunarsem betul itu kategori penerima bantuan Lansia dana yang mustinya diterima pada termen ke 4 sebesar Rp.425.000,- (Empat Ratus Dua Puluh Lima Ribu Rupiah) itu saya tidak pernah melakukan pemotongan.

“Saya tidak pernah melakukan pemotongan dana itu, karna dana itu yang mengambil adalah ibu Siti Khodijah sudah sesuai dengan jumlah komponen data penerima. “Bantahnya. (Roso/team).