Diduga Meluapnya Way Kalang, Menjadi Penyebab Puluhan Rumah Warga Terendam

LAMPUNG SELATAN tirasnusantara.com – Intensitas hujan tingi yang mengguyur sebagian wilayah di Kabupaten Lampung Selatan, pada Selasa (31/12/2019) malam, menyebabkan puluhan rumah di Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidomulyo terendam banjir.

Informasi yang diterima, hujan deras selama dua jam yang mengguyur di wilayah Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan mulai dari pukul 18.00 WIB hingga pukul 20.15 WIB malam ini, mengakibatkan 30 rumah warga di Dusun Sidosari, Desa Sidomulyo terendam banjir.

Banjir paling parah berada di Perumahan Griya Sidomulyo, ada sekitar 22 rumah terdam air setingi  pinggang orang dewasa bahkan hingga mencapai 1 meter. Bahkan tembok pagar depan yang ada di perumahan tersebut, roboh akibat tidak kuat menampung derasnya air.

Warga yang rumahnya terendam banjir, dievakuasi ke tempat aman ke rumah warga lainnya di wilayah Desa tersebut.

Banjir yang merendam puluhan rumah warga tersebut, diduga dampak meluapnya air dari Sungai Way Kalang. Selain itu juga, karena gorong-gorong yang ada di bawah irigasi terlalu kecil sehingga membuat saluran air tersumbat.

Wakil Ketua DPRD I Lampung Selatan, Agus Sartono yang berada dilokasi banjir saat dikonfirmasi melalui ponselnya membenarkan hal tersebut, dan tidak ada korban jiwa akibat banjir yang merendam puluhan rumah di wilayah Dusun Sidosari, Desa Sidomulyo.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, warga yang rumahnya terendam air sudah dievakuasi ke tempat aman,”kata dia kepada awak media, Selasa (31/12/2019) malam.

Rumah warga yang terendam banjir paling terparah, kata politisi PAN ini, yakni berada di Perumahan Griya Sidomulyo, Dusun Sidosari. Menurutnya, ada sekitar 30 rumah warga yang terendam banjir dan ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa bahkan hingga 1 meter lebih.

“Kalau kerugian materi pasti ada, tapi belum diketahui pastinya karena banyak perabot rumah tangga dan barang-barang lainnya milik warga masih terndam banjir belum dapat dievakuasi karena volume air masih tinggi,”ungkapnya.

Dikatakannya, salah satu penyebab banjir tersebut, karena meluapnya sungai Way Kalang sehingga air meluap hingga ke permukiman warga. Selain itu juga, karena terlalu kecilnya gorong-gorong yang ada di bawah irigasi sehingga membuat saluran air tersumbat.

“Kami meminta kepada Dinas PU Provinsi, untuk menormalisasi sungai dan melakukan perubahan gorong-gorong yang ada di bawah irigasi karena terlalu kecil sehingga tidak mampu menampung debit air,”jelasnya.

Ia juga menghimbau, kepada seluruh warga khususnya yang dekat sungai, agar selalu waspada karena mengingat saat ini sudah memasuki musim penghujan.

“Karena sekarang ini menghadapi musim hujan, masyarakat agar mengantisipasi dan siaga serta melakukan gotong-royong membersihkan drainase yang mampet,”pungkasnya. (Didik P/HR)