Diduga Kekerasan Fisik Kembali Terjadi Terhadap Peserta Didik di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Ngambur

PESISIR BARAT tirasnusantara.com – Diduga Kekerasan fisik kembali terjadi terhadap peserta didik di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Ngambur, yang beralamat di Pekon Gedung Cahya Kuningan Kecamatan Ngambur Kabupaten Pesisir Barat Provinsi Lampung.

Peristiwa tersebut dialami oleh peserta didik yang bernama Sanan bin Abuyani kelas VIII.B, sedangkan yang diduga pelakunya adalah “T” seorang oknum pedidik disekolah tersebut.

Kepada team tirasnusantara.com (1/10), Sanan menjelaskan kronologis kejadian kenapa sampai dia mendapatkan perlakuan yang dialaminya.

Pada hari jum’at 27 September 2019 terjadi salah paham antara sanan dan Aris Saputra di ruang kelas VIII.B, sa’at itu tepat pada waktu jam pelajaran seni budaya, namun saat itu guru yang bersangkutan tidak masuk kelas.

“Iya awalnya Aris megejek saya sewaktu di kelas, kebetulan pada saat itu pelajaran seni budaya tidak masuk gurunya, ejekan yang berulang – ulang itulah yang berujung dengan salah paham di antara kami, “Jelas Sanan.

“Pada saat itu emosi saya tersulut sehingga terjadilah perkelahian, itupun karena saya sudah ditantang untuk berkelahi, awalnya saya didorong tapi saya hanya diam saja, tapi Aris ngejek saya terus, kemudian saya tonjok dia cuma satu kali tidak lebih dari itu.

“Setelah pristiwa itu Aris Saputra dibawa ke ruang UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) oleh teman – teman yang lain.

“Saat itulah saya dipanggil oleh oknum guru “T” keruang TU (Tata usaha), Sesampai di ruang TU tanpa basa basi saya langsung mendapat perlakuan kekerasan, saya digampar 2 kali lalu ditendang sambil dimaki – maki oleh seorang oknum guru “T” tersebut, “Tutup Sanan.

Disaat yang bersamaan Abuyani selaku orang tua juga memberikan keterangan bahwa Anak nya semenjak kejadian itu tidak mau lagi masuk ke sekolah karna merasa terauma atas perlakuan seorang oknum guru “T”.

“Terus terang, bahwa semenjak kejadian itu anak saya tidak mau lagi masuk sekolah karena merasa trauma dan takut atas kejadian yang dialaminya.

“Wali kelas VIII SMP. N 2 Nngambur sudah tiga kali ke rumah untuk membujuk Sanan agar kembali masuk sekolah namun Sanan sampai saat ini tidak mau lagi sekolah, “Ucapnya.

“Maka saya berharap ada solusi tentang masalah ini agar anak saya mau sekolah lagi, jangan sampai masa depannya hilang gara – gara guru itu, dan semoga pihak yang terkait agar oknum guru tersebut bisa diberi sanksi, masa pendidik tidak bisa mendidik dengan baik, “Cetusnya.

Sampai berita ini kami tayangkan, oknum guru “T” dan pihak sekolah SMP. N 2 Ngambur belum berhasil dikonfirmasi. (Roso/Pram).