Diduga Hanya Gara – gara Tak Temani Makan Siang, Kades Silam Keluhkan Sikap Arogansi Camat Kuok

Kampar, tirasnusantara.com – Diduga hanya gara – gara tidak menemani makan siang, Kepala Desa Silam mengeluhkan sikap Camat Kuok, Drs. Darusmar, M.S.i, yang enggan untuk menandatangani rekomendasi pencairan Dana Desa (DD) Tahun 2020.

 

Hal tersebut diungkapkan Kades Silam, Drs. Akhlis kepada awak media, ia menjelaskan, “pada hari Selasa 3 November 2020 lalu saya banyak tamu sampai pada pukul 12.00 Wib. Jadi pukul 12.00 Wib itu saya ditelepon sama pak Camat di rumah makan Ari Desa Silam, yang nelepon saya pada waktu itu ibu Eni. Kata bu Eni pak Camat ada disini, disuruh kesini. Lalu saya sampaikan sama ibu Eni, bahwa saya ada tamu.

Setelah itu nelepon pak Camatnya sama saya, kesinilah katanya. Saya bilang saya ada tamu, tinggalkan tamu itu. Siapa tamu tersebut, kata Camat Kuok tersebut kepada saya. Sebenarnya tidak wajar seperti itu, sebab tamu itu kepentingan pemerintah. Sementara pak Camat itu kepentingan pribadinya,” jelas Drs. Akhlis kepada awak media di rumah makan Pondok Padi, tepatnya di Desa Kuok, Selasa (17/11/20).

Selanjutnya disampaikan Kades Silam, “tidak lama setelah itu, pak Camat Kuok turun ke bawah siap makan. Kebetulan ada staf saya di depan kantor desa, lalu dipanggil saya sama staf, bahwa ada pak camat. Akhirnya saya keluar. Dengan arogannya camat mengatakan ‘siapa yang akan menandatangani regulasi? Tidak akan saya tandatangani, setelah itu dia pergi dengan suara keras gas mobilnya’, katanya menirukan Camat Kuok.

Selanjutnya, Senin (16/11/20), bendahara desa pergi ke kantor Camat Kuok untuk menandatangani rekomendasi untuk gaji RT/RW dan perangkat Desa. Lalu camat tidak akan mau menandatangani rekomendasi tersebut.

 

“Silahkan laporkan saja saya kepada Bupati Kampar, sebelum dia (Kades Silam.Red) minta maaf kepada saya,” kata Kades Silam menirukan ucapan Camat Kuok kepada Bendahara.

Lebih lanjut Kades Silam mengatakan, “saya merasa tidak enak dengan tingkah laku Camat Kuok seperti itu. Karena masalah pribadi di kait – kaitkan dengan pemerintahan, otomatis Camat Kuok itu merugikan Pemerintahan Desa Silam. Kalau sempat nanti RT/RW tidak terima gaji, macam mana nantinya?

 

Sementara di Desa lain gajinya keluar. Jika kedepannya Camat Kuok itu tidak juga mau menandatangi rekomendasi tersebut, saya kalau memang Camat itu masih bersikeras akan saya buat laporan kepada pihak berwajib,” tegas Kades Silam.

Kades berharap Camat itu bisa membina, karena Camat tersebut pamong Kepala Desa.

“Kalau saya salah, karena beliau sudah datang ke Desa Silam datang ke kantor saya. Sampaikan salah saya apa? Kalau tidak panggil saya ke kantor Camat secara dinas, surati saya. sampaikan salah saya itu apa?. Karena saya ini hanya manusia biasa, kalau memang saya salah, sampaikan salah saya itu apa. Tapi saya merasa tidak ada masalah,” tutup Kades Silam.

Sementara itu, Ketua PAC APDESI Kecamatan Kuok, Yanfernizal menanggapi hal tersebut, “kalau menurut saya ini semacam Miss Komunikasi. Jadi memang harus diselesaikan secara kekeluargaan, intinya seperti itu. Tentu kita tidak ada yang luput dari kesalahan, mungkin ada khilaf. Terkait adanya masalah ini saya baru tahu, insya Allah saya akan kordinasi dengan Camat Kuok. Intinya kita siap untuk mediasikannya, agar masalah ini bisa di selesaikan secara baik – baik,” katanya.

“Semoga kejadian seperti ini tidak ada lagi,” harap Yanfernizal.

Di tempat terpisah, awak media mencoba konfirmasi dengan Camat Kuok, Darusmar M.S.i, melalui pesan Whatsapp. Namun nampak sebelumnya Camat Kuok telah memblokir nomor Whatsapp awak media. Sehingga pesan Whatshap awak media kepada Camat Kuok tidak tersampaikan, lalu awak media menghubungi Camat Kuok melalui telepon selulernya berulang – ulang kali. Tetapi tidak di angkat juga oleh Darusmar M.S.i. Hingga berita ini diterbitkan Camat Kuok belum bisa dikonfirmasi oleh awak media.

 

Sumber : Robinson Tambunan / Tim.