Diduga Dana BLT-DD Pulau Jambu Kuok Dipotong dan Tidak Tepat Sasaran

Kampar, tirasnusantara.com – Ditengah mewabahnya pandemi Virus Corona, pemerintah pusat ataupun daerah melakukan berbagai cara mengatasi sekaligus melakukan upaya pencegahan terhadap penyebaran Virus Corona atau Covid-19.

 

Disamping itu, pemerintah juga menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat seperti bahan pokok, bahkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD).

Namun sungguh sangat memprihatinkan ketika salah seorang warga Desa Pulau Jambu, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, pada hari Kamis (28/5/20) ketika menyampaikan keluhannya dihadapan awak media, bahwa dana BLT-DD itu dibagikan lebih kurang seminggu yang lewat. Saya hanya dapat Rp. 300.000, yang dibagikan oleh perangkat Desa Pulau Jambu,” jelas Mulyadi.

 

Selanjutnya dikatakan Mulyadi, sebelum saya terima bantuan dana BLT-DD Pulau Jambu ini, saya dipanggil untuk datang ke kantor desa untuk menandatangani surat untuk dibagi dua. Apa maksudnya ini? rencanya dibagi dua dengan orangitu, ternyata orang tersebut dapat bagian penuh.

“Saya merasa tidak enak dan sangat kecewa, karena orang susah seperti saya ini masih tinggal ditempat kontrakan, apa – apa saja saya tidak punya tetap dibagi dua juga lagi,” keluh Mulyadi.

 

Terakhir Mulyadi berharap kepada pemerintah, tolong dicek ke bawah. Seperti RT/RW, agar adil dalam menyalurkan bantuannya. Lihatlah warganya, apa orang susah atau tidak? Kami orang susah akibat dampak Pandemi Covid-19 ini tolonglah dibantu,” ungkapnya.

 

Ditempat terpisah, Kepala Desa Pulau Jambu, H. Syafruddin, S.Pd, ketika dikonfirmasi oleh awak media dikantor Dinas PMD Kabupaten Kampar mengatakan, “Alhamdulilah kami sesuai membagikan sebanyak 153 KK dengan nominal Rp. 600.000,/KK.

Terkait adanya pemotongan Dana BLT-DD sebanyak Rp. 300.000,/KK, sepengetahuan kami itu tidak ada. Kalau masalah Kaur saya ada dapat dana BLT- DD ini memang ada satu orang, jadi Alhamdulilah beliau siap untuk mengembalikan yang diterimanya itu kepada yang lebih layak lagi,” ucap Kades Pulau Jambu.

 

Labih lanjut ditambahkan H. Syafruddin,  masalah nama – nama yang dapat dana BLT-DD di Pulau Jambu tidak ditempelkan di kantor desa, namun datanya ini ada sama pak Kadus seluruhnya. Mana yang PKH, Restra, TKS, dan lain sebagainya, disetiap kadus itu ada datanya.

 

Karena pak Kadus ini sebagai perangkat desa ataupun selaku perpanjangan tangan dari desa, tolong ini disampaikan melalui wirid – wirid pengajian atapun pertemuan sejelas – jelasnya. Sosialisakanlah, sehingga nanti masyarakat itu tidak ada dusta diantara kita,” imbuh Kades Pulau Jambu.

 

Sementara itu, Harmizar selaku Kepala Dusun Pulau Jambu yang memberikan dana BLT-DD kepada warganya sebanyak Rp. 300.000,/ KK, ketika dikonfirmasi tidak bisa menjawab pertanyaan awak media. Dengan rasa gugup Harmizar mengatakan, itu kebijakan kita bersama – sama dengan perangkat Desa Pulau Jambu pak,” ujarnya. ( Rilis / Zul).