Diduga Ada Aparatur Pemerintahan Pekon Walur Cuma Tamatan SMP

PESISIR BARAT tirasnusantara.com – Menurut laporan “Y” masyarakat Pekon Walur kepada team tirasnusantara.com bahwa adanya indikasi salah satu Aparatur Pemerintahan  Pekon Walur Kecamatan Krui Selatan Kabupaten Pesisir Barat ada yang cuma menggunakan ijazah Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Iya mas ada dugaan salah satu perangkat di Pekon kami ini cuma menggunakan ijazah SMP dalam bertugas, padahal setau saya mulai dari tahun 2017 lalu Aparatur Pemerintahan Pekon itu minimal tamatan SMA atau sederajat.

“Setelah saya baca juga dalam pasal 50 ayat 1 UU No 6 tahun 2014 tentang Desa, disana disebutkan bahwa perangkat desa atau sebutan lain harus berpendidikan paling rendah tamatan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat, itu tidak terkecuali mulai dari Ka Pemangku, Kasi, Kaur, dan yang lainnya, “Paparnya.

“Jadi kalo demikian Peratin Pekon Walur diduga sudah mengangkangi Undang – Undang, maka kepada pihak yang berkompeten akan hal ini segera mengkaji atau mengevaluasi kebijakan Peratin yang dianggap salah itu, “Pintanya.

“Kenapa demikian, kita kan tau bahwa Dana Desa (DD) yang ratusan juta itu sumbernya dari uang Negara, jadi yang mengelolanya pun harus Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu dan handal, “Tutupnya.

Peratin Pekon Walur Yoyon Yufriza kepada team tirasnusantara.com (9/8) mengatakan, “Iya memang ada salah satu Aparatur saya yang cuma tamatan Sekolah Menengah Pertama (SMP), menurut hemat saya buat apa kita memakai yang tamatan SMA atau pun Sarjana (S.1) kalau mereka tidak memahami, dan tidak mau bekerja. “Kilahnya.

“Mohonlah kiranya kalo ada laporan dari masyarakat tidak usahlah ditanggapi, awak media selaku penyampai aspirasi dan sosial kontrol di masyarakat kerjalah yang profesional. “Pintanya. (Fendi/Roso/team FPII).