Berhentikan Aparatur Pekon Dengan Sepihak, Pj Peratin Tanjung Kemala Dilaporkan LSM LKPK

PESISIR BARAT tirasnusantara.com – Pj Peratin Pekon Tanjung Kemala Kecamatan Bangkunat Kabupaten Pesisir Barat diduga mengangkangi Undang – Undang karena telah memberhentikan aparatur Pekon dengan sepihak.
Dalam hal pemberhentian sepihak yang di maksud adalah dengan dibentuknya Aparatur Pekon yang baru tanpa pemberitahuan kepada Aparat yang lama. Sehingga aparatur Pekon yang lama merasa di rugikan, pasalnya siltap/honor tidak di bayarkan selama tiga bulan terahir.
Perakat pekon yang di berhentikan tanpa pemberitahuan dan mekanisme itu mulai dari kepala dusun (pemangku), Kepala Urusan (KAUR), Kepala Seksi (KASI), Juru Tulis dan Operator.
Berkaitan dengan hal tersebut keseluruhan aparat Pekon yang merasa dirugikan sudah melaporkan tindakan AB selaku Pj Peratin Pekon Tanjung Kemala Kecamatan Bangkunat ke Polres Lampung Barat, demikian ungkap Edo Lesmana selaku penggerak LSM LKPK Kabupaten Pesisir Barat Sabtu (27/7)
“Berkas laporan kami semua sudah lengkap dengan dilampirkan pernyataan tertulis oleh seluruh aparat yang merasa dirugikan oleh Pj Peratin Tanjung Kemala Bangkunat. “Jelasnya.
Untuk diketahui aparatur Pemerintahan Pekon yang merasa dirugikan Zinur (kepala pemangku), Habibi (kasi pembangunan), Tukino (kepala pemangku), Sapariah (kepala pemangku), Heni Lindayani (kepala pemangku), Heri mirza (juru tulis), Hizkun (oprator pekon), Aprianti (kepala pemangku), Asma Roni (kepala pemangku), Supriono (kaur perencanaan), Zulyadi (kaur keuangan).
Permasalahan ini sudah kami laporkan ke polres Lampung Barat pada tgl 24 juli 2019, oleh karenanya kami berharap pihak yang berwajib segera menindak lanjuti atas laporan kami tersebut, “Pinta Edo.
Pj Peratin dan Ketua LHP Pekon Tanjung Kemala Kecamatan Bangkunat belum berhasil dikonfirmasi, dihubungi melalui nomor ponsel tetapi tidak aktif. (Roso/team FPII Pesibar)