Berbekal Rekomendasi Kelompok Nelayan Pengelola SPBU Bangun Negara Diduga Lakukan Penjualan BBM Bersubsidi

BANGUN NEGARA tirasnusantara.com – Pengelola SPBU 24.348.118 Pekon Bangun Negara Kecamatan Pesisir Selatan Kabupaten Pesisir Barat, diduga melakukan tindak pidana karena menjual dan mengangkut BBM bersubsidi tidak sesuai regulasi.
Pasalnya, pada Selasa (24/6), team tirasnusantara.com menemukan adanya kegiatan penyedotan dan pengangkutan BBM bersubsidi jenis Premium di SPBU 24.348.118 Bangun Negara.
Adapun modus operandi yang dilakukan yaitu berdalih dibalik rekomendasi kelompok nelayan beberapa kenderaan roda empat bebas antrian melakukan pengisian BBM bersubsidi jenis Premium dengan menggunakan puluhan derigen.
Dikonfirmasi team kepada “A” salah satu pelaku pengecoran dan pengangkutan atas BBM tersebut, mengatakan bahwa BBM yang diangkutnya dia sendiri tidak tau peruntukannya.
“Bang, jujur saya cuma disuruh muat dan ngangkut sebanyak 30 (Tiga Puluh) derigen ini, kalau masalah peruntukannya BBM ini untuk apa dan akan kemana, saya tidak tau secara detail. “Jelasnya.
Disaat yang bersamaan juga “H” ikut menjelaskan bahwa BBM yang dimuat dan diangkutnya sebanyak 60 (Enam Puluh) drigen untuk keperluan para nelayan.
“Kalau BBM yang saya angkut ini sebanyak 60 (Enam Puluh) drigen akan diperuntukan bagi keperluan para nelayan, bagian saya ini terlihat banyak karena saya megang 3 (Tiga) buah rekomendasi KUB nelayan. “Paparnya.
Ditempat terpisah Anaz selaku masyarakat Pesisir Selatan mengatakan bahwa, apapun dalihnya jika menyangkut aktivitas pengankutan (pengecoran) BBM bersubsidi tidak sesuai dengan regulasi dari pemerintah melalui PT. Pertamina, maka itu sebuah pelanggaran dan merupakan perbuatan pidana.
“Apapun dalihnya jika menyangkut aktivitas pengankutan (pengecoran) BBM bersubsidi tidak sesuai dengan regulasi dari pemerintah melalui PT. Pertamina, maka itu sebuah pelanggaran, maka perbuatan tersebut merupakan tindak pidana.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan dinas terkait agar persoalan ini tidak terus menuai polemik, hendaknya pihak dinas turun kelapangan serta mengecek kebenaran rekomendasi para nelayan, tanyakan langsung cari anggota KUB nya, untuk memastikan kebenaran rekomendasi tersebut agar tidak disalahgunakan.
“Benar atau tidaknya BBM bersubsidi jenis premium yang diangkut berpuluh-puluh drigen itu untuk keperluan para nelayan, atau rekomendasi nelayan yang jadi bantalan saja, dan BBM itu hanya dimanfaatkan untuk dijual kepada kios-kios pengecer diseputaran wilayah Pesisir Barat, ini perlu perhatian serius dari semua pihak agar masyarakat kecil jangan selalu jadi korban.
“Termasuk KUB yang sudah ada saat ini perlu juga ditinjau ulang, karena nelayan dijadikan tameng saja, sementara nelayan tetap membeli BBM dengan harga diatas kewajaran, jelas ini suatu pelanggaran. “Tegasnya.
Sampai berita ini diterbitkan pihak pemilik atau pengelola SPBU 24.348.118 Pekon Bangun Negara belum berhasil dikonfirmasi. (Yahman/Roso/Tubi/team).