Bangun Rabat Beton di Taman Nasional, Peratin Sumberejo Diduga Lakukan Tindak Pidana

PESISIR BARAT tirasnusantara.com – Taman Nasional adalah Kawasan Pelestarian Alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, dan lainnya.
Pada cagar alam dan zona inti taman nasional tidak boleh dilakukan kegiatan rehabilitasi. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga kekhasan, keaslian, keunikan, dan keterwakilan dari jenis flora dan fauna serta ekosistemnya.
Oleh karenanya setiap orang dilarang melakukan kegiatan yang dapat mengakibatkan perubahan terhadap keutuhan zona inti taman nasional sebagaimana diatur dalam Pasal 33 ayat (1) UU 5/1990.
Barang siapa dengan sengaja melakukan pelanggaran berupa melakukan kegiatan yang dapat mengakibatkan perubahan terhadap keutuhan zona inti taman nasional dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp 200 juta.
Kemudian Setiap orang juga dilarang melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan fungsi zona pemanfaatan dan zona lain dari taman nasional, taman hutan raya, dan taman wisata alam.
Barang siapa dengan sengaja melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan fungsi zona pemanfaatan dan zona lain dari taman nasional, taman hutan raya, dan taman wisata alam dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta.
Hal demikian tidak menjadikan rasa takut Tomi Setiawan, ST selaku Peratin Pekon Sumberejo Kecamatan Bangkunat Kabupaten Pesisir Barat.
Pasalnya Tomi Setiawan, ST dengan menggunakan dana desa (DD) tahun 2019 telah membangun rabat beton sepanjang 368 M diwilayah Taman Nasional.
Saat disambangi team tirasnusantara.com dikediamannya, Tomi mengatakan, pembangunan rabat beton dilakukan berawal dari permintaan masyarakat, yang disetujui PD, PLD, PDTI, dan LHP.
“Pembangunan rabat beton itu dilakukan berawal dari permintaan masyarakat, dan dari awal Pendamping Desa (PD), Pendamping Lokal Desa (PLD), Pendamping Desa Tekhnik (PDTI), dan LHP Pekon Sumberejo selalu standby di Pekon ini, mereka aman – aman saja tidak ada komplen soal kami membangun di Taman Nasional, kalau saya salah seharusnya diingatkan dari awal. “Tuturnya.
“Dan pihak resort yang ada dipos Taman Nasional Pekon Pemerihan juga tidak ada melakukan tindakan, hanya saja pihak resort menyarankan dengan saya, pinter – pinter pak Tomi aja jika ingin membangun, “Kata Tomi sembari menirukan saran pihak resort Taman Nasional.
Menurut pantauan team dilapangan, pembangunan rabat beton sepanjang 368 M itu tidak ada terpasang papan proyeknya, dan konstruksi bangunannya diduga asal jadi, terlihat nampak mengelupas dan retak -retak sepanjang fisik bangunan. (Roso/Riyan/Acef/Mus/team)