Atas Laporan Warga, Akhirnya Tim Kejari Kampar Periksa Pembangunan Desa Batu Gajah Tapung

Kampar, tirasnusantara.com – Akhirnya dugaan kasus penyalahgunaan anggaran Desa Batu Gajah tahun 2018 -2019 terus berlanjut. Jum,at (19/06/20), Tim penyidik Kejari Kampar mendatangi lokasi pembangunan di Desa Batu Gajah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar. Ini dilakukan untuk melengkapi alat bukti yang sudah ada.

 

Tim yang dipimpin oleh Kepala Seksi Intelijen Kejari Kampar, Silvanus Rotua Manulang, S.H, langsung menuju kantor Desa Batu Gajah. Selanjutnya Tim Kejari Kampar didampingi puluhan warga langsung turun kelapangan untuk melakukan pengecekan pembangunan Desa Batu Gajah. Adapun item – itempembangunan Desa Batu Gajah yang ditinjau oleh Tim Kejari Kampar sebagai berikut :

1. Saluran Lingkungan tahun 2018 sepanjang 200 meter di RT 08 RW 04.

2. Saluran Lingkungan di RT 01 dan RT 02 RW 01 sepanjang 300 meter.

3.Saluran Lingkungan sepanjang 280 meter di RT 05 RW 03.

4.Saluran Lingkungan di RT 07 dan RT 08 RW 04 sepanjang 500 Meter.

05. Dreanase di RT 07 RW 04 sepanjang 500 meter.

06. Dreanase di RT 03 RW 02 sepanjang 230 meter.

07. Box Cover di RT 04 RW 02.

08. Sampan / Perahu di Pinggir Sungai Tapung, Dusun Langgini.

Kasi Intelijen Kejari Kampar, Silvanus Rotua Manulang, S.H, ketika dikonfirmasi oleh awak media menyampaikan, kita turun kesini dalam rangka melakukan pengecekan pembangunan Desa Batu Gajah, atas laporan masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut ditambahkan Kasi Intel Kejari Kampar, sekarang masih dalam proses, artinya ini masih berjalan. Berdasarkan data dan informasi kita punya, nanti ada kesimpulannya,” tutupnya.

 

Sementara itu, perwakilan warga Desa Batu Gajah, Masrul juga mengatakan kepada awak media, tentu kami sebagai masyarakat sangat berbesar hati dan sangat gembira. Menyangkut laporan kami itu tidak mengendap, sehingga sekarang dari pihak Kejari Kampar sudah turun kelapangan,” terangnya.

 

Selanjutnya dikatakan Masrul, semoga ini ditindaklanjuti lebih lanjut. Dan juga seperti himbauan kami, terutama nama – nama yang telah kami sebutkan, agar segera dipanggil oleh pihak Kejari Kampar.

 

Terutama menyangkut masalah data, yaitu di Kecamatan Tapung saudara Pringgo. Yang kedua saudara H. Daniel, selaku Kasi Pemerintahan di kantor Camat Tapung, dan juga saudara Andiko selaku Pjs. Kepala Desa Batu Gajah pada tahun 2017 lalu, agar persoalan ini bisa terjawab tuntas.

 

Sebab bagaimanapun saya pada saat serah terima tempo hari itu, ada sedikit kendala. Karena itu juga menyangkut uang tunai, dan itu telah kami laporkan. Sementara uang itu sempat dionggok – onggokkan di kantor Camat Tapung, sekarang dana itu hilang total pak. Oleh karena itu, agar mereka segera dipanggil. Sebab mereka saksi kunci juga,” ucap Masrul lagi.

Lanjut, Masrul minta kepada masyarakat, dengan adanya turun tim dari Kejari Kampar ini kita sangat bergembira. Sehingga kita tau persis seperti apa cerita sebenarnya dari desa kita ini. Jadi bagi masyarakat yang tidak mengerti dan tidak memahami, sekarang kita jangan terlalu percaya dengan ucapan – ucapan.

“Mari kita berbicara dan jangan lepas daripada APBDes, karena APBDes itulah yang langsung dibuat oleh desa,” ungkap Masrul.

 

Selain itu Kepala Desa Batu Gajah, Junaid diruangan kerjanya juga menegaskan, saya sangat bersyukur sekali. Bahwa Jaksa itu turun, biar tau pekerjaansekitar Desa Batu Gajah ini. Jangan berdasarkan laporan diatas, dicek langsung itu terima kasih. Saya bersyukur sekali sama pihak Jaksa dan pak wartawan yang meliput kegiatan ini,” ujarnya.

 

Selanjutnya Junaidi menjelaskan, saya menjabat sebagai kepala Desa baru pada tahun 2018 sampai sekarang. Kalau bisa jangan di tahun 2018 – 2019 saja yang diperiksa, maunya aku bermohon kali tahun 2017 kebawah itu harus diperiksa tuntas.

“Biar sama – sama enak, karena ini lawan politik pak saling mencari kesalahan. Supaya gak terbongkar yang lama, jadi dirusuhnya saya. Tapi saya siap bertanggungjawab,” tegas Kades Batu Gajah.

 

Kemudian Kades Batu Gajah berharap kedepannya, jangan sampai saling goto – gotokan, karena kitapun mengerjakan pembangunan ini sesuai aturan mainnya pak. Kalau pun ada lebih kurangnya, ada dinas Inspektorat. Kalau ada temuan kita tindaklanjuti lagi, saya sangat senang dan bangga atas kekompakan kita.

Karena saya tidak ada rasa sakit hati, malahan saya merasa senang dengan turunnya pak Jaksa dan pak wartawan atau LSM. Biar tau semua, mana yang salah dan mana yang betul,” ujar Kepala Desa Batu Gajah.

 

Ditempat terpisah, Anggota BPD Batu Gajah, Benny Saprawoto kepada awak media mengatakan, “Alhamdulillah selama ini kami selalu aktif. Dalam arti kita sesuai tugas BPD merencanakan, mengawasi dan mengingatkan, karena itulah tugas pokok kami dari BPD.

 

“Mangkanya dalam segala hal yang kami kerjakan sifatnya pengawasan, jadi “Alhamdulillah sudah kami ingatkan dan kami tegur. Itulah yang sudah kami perbuat kepada Kepala Desa,” imbuh Benny.

 

Terakhir disampaikan Benny, setiap ada temuan kami ingatkan pak. Contohnya saluran lingkungan, dalam proses pengerjaaan juga kami ingatkan. Karena bagaimanapun itu adalah hak dan tanggungjawab kami sebagai BPD, respon dari beliau mengatakan kepada kami siap.

 

“Nanti kami koreksi lagi dan kami buat lebih baik, itulah bahasa mereka kepada kami. Kalau perkara dikerjakan atau tidaknya, itu sudah saya laporkan kepada Ketua BPD. Mungkin selama ini kami selalu konfirmasi dengan Ketua BPD, jadi Ketua BPD lah yang menyampaikannya,” ujar Benny. ( Rilis / Zul).