Asuransi Usaha Tani Padi Mada Jaya Dipungli Ratusan Juta

PESAWARAN tirasnusantara.com – Mendapatkan hasil panen yang melimpah ruah merupakan cita – cita semua masyarakat tani.
Namun tidak demikian bagi para petani di Desa Mada Jaya Kecamatan Way Khilau Kabupaten Pesawaran, mereka mengalami gagal panen sehingga harapan untuk menuai hasil kerja keras itu pupus bersama rusaknya tanaman padi mereka.
Dengan harapan untuk membantu meringankan beban kerugian akibat gagal panen tersebut, para petani Mada Jaya mengajukan usulan untuk mendapatkan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).
ZN kepada team tirasnusantara.com mengatakan, “Kami selaku masyarakat tani Mada Jaya mengalami kerugian yang cukup besar akibat adanya gagal panen yang menimpa lahan sawah di Desa kami.
“Oleh sebab itu kami mengajukan bantuan agar beban kerugian kami itu dapat berkurang dengan adanya bantuan dari AUTP yang nanti akan kami terima.
“Alhamdulillah setelah kami ajukan, kemudian ada verifikasi dan terpilihlah sebanyak 13 kelompok yang sudah dianggap layak duluan menerima AUTP itu, adapun nominal kisaran bantuan perhektarnya lebih kurang Rp.6.000.000,- (Enam Juta Rupiah).
Masih lanjut ZN, “Dengan perasaan senang bagi semua petani karena bantuan yang dinanti sudah terealisasi sesuai harapan, tapi hal ini malah dimanfaatkan oleh oknum sekretaris Desa dan pengurus kelompok untuk mengambil keuntungan dibalik penderitaan semua masyarakat, “Paparnya.
“Dana kami yang tidak seberapa itu dipotong sebesar 30 hingga 35%, dengan alasan pemotongan yang kurang begitu jelas, ada dibilang untuk pengamanan dan untuk lain-lain yang tidak dirinci detail dengan kami, “Ungkapnya.
“Jadi meskipun kami merasa kurang setuju dengan hal itu, namun apalah daya kami masyarakat kecil yang cuma bisa menerima apa adanya saja, dengan sisa dana yang seadanya itulah yang kami pergunakan, “Tutupnya.
Dikonfirmasi terkait hal ini, Bilal selaku bendahara yang melakukan penarikan dari masyarakat tani Desa Mada Jaya membenarkan adanya penarikan itu dari anggota kelompok tani yang mendapatkan bantuan.
“Iya benar kami tarik sebesar 30-35% per anggota kelompok yang mendapatkan bantuan AUTP itu. Uang itu anggota transfer melalui rekening pribadi saya, setelah semuanya terkumpul lebih kurang Rp.340.000.000,- (Tiga Ratus Empat Puluh Juta Rupiah) saya serahkan kepada bapak Juhaini selaku sekretaris Desa yang juga merangkap pengurus gabungan kelompok tani (Gapoktan), “Ungkapnya.
Saat ditanya untuk apa uang yang dikumpulkan dari anggota kelompok tani itu, Bilal menjelaskan, “Saya pribadi dikasih pak Juhaini sebesar Rp. 20.000.000,- (Dua Puluh Juta Rupiah), pak Hamim dikasih sebesar Rp.30.000.000,- (Tiga Puluh Juta Rupiah), sisanya saya tidak tau rincian untuk apa saja, yang pegang pak Juhaini, Pangkasnya.
Ditempat terpisah Hamim juga mengakui bahwa uang sebesar Rp.30.000.000,- (Tiga Puluh Juta Rupiah) itu memang diterimanya, yang lainnya pak Juhaini yang pegang.
“Iya saya menerima uang sebesar Rp.30.000.000,- (Tiga Pukul Juta Rupiah) dari pak Juhaini, sisanya yang ratusan juta ada sama dia kami tidak tau kegunaannya untuk apa saja, “Kata Hamim
Hingga berita ini diturunkan Juhaini belum berhasil dikonfirmasi, disambangi team dikediamannya yang bersangkutan tidak ditempat, dan meskipun aktif nomor ponselnya tapi tidak pernah dijawab. (Amin/Rudy)