Anggota KPM PKH Pertanyakan Program P2K2 Pekon Raja Basa Ngaras

NGARAS tirasnusantara.com – Anggota keluarga penerima manfaat (KPM) pekon raja basa kecamatan ngaras kabupaten pesisir barat provinsi lampung keluhkan program pertemuan peningkatan kemampuan keluarga  (P2K2) oleh oknum pendamping pekon setempat.
AL, salah satu masyarakat keluarga penerima manfaat (KPM) pekon raja basa kepada media ini (13/3), menjelaskan terkait problem yang ada di kelompok nya.
Hal itu terkait kelompok belajar yang telah diprogramkan oleh oknum pendamping PKH di pekon nya, program tersebut dianggap yang tidak sesuai dengan apa yang telah disampaikan oleh oknum pendamping terhadap masyarakat keluarga penerima manfaat(KPM).
“Begini pak, diawal tahun saudari RAHMA selaku pendamping program keluarga harapan (PKH), menyampaikan kepada ketua kelompok dan anggota KPM bahwa seluruh anggota harus ikut belajar dan dibebani uang sebesar Rp. 50.000,- (Lima Puluh Ribu Rupiah) per anggota yang akan ikut program sekolah bersama oleh oknum pendamping PKH tersebut.
Dan ketua beserta anggota KPM program PKH pun menyetujui apa yang telah menjadi program oleh oknum pendamping, dan oknum pendamping meminta kami dari anggota menyepakati jadwal belajar tersebut di minggu ke tiga bulan januari, dan oknum pendamping pun menyepakati jadwal tersebut.
Namun ironisnya sampai saat ini program sekolah bersama tersebut tidak terlaksanakan dan kami seluruh anggota merasa seperti ditipu oleh oknum pendamping tersebut. “Jelasnya.
“Kami masyarakat awam, jadi kami ikuti saja semua arahan jika kami nilai itu untuk kebaikan apa yang pendamping sampaikan, masalah apa yang akan kami terima setelah mengikuti sekolah bersama itu kami anggota tidak tau dan tidak ada juga penjelasan dari pendamping.
Kami saat ini merasa tertipu oleh buk RAHMA selaku pendamping PKH pekon raja basa, karena tidak sesuai apa yang ia sampaikan dengan yang dilakukan.
Dan kami minta kepada buk RAHMA selaku pendamping untuk menjelaskan dan mempertanggung jawabkan itu semua kepada seluruh anggota KPM di pekon raja basa. “Tutupnya.
Di tempat terpisah Rahma selaku oknum pendamping PKH pekon raja basa saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon, membenarkan apa yang sudah disampaikan oleh anggota KPM PKH tersebut.
“Betul pak, di pekon raja basa ada program pertemuan peningkatan kemampuan keluarga (P2K2), dan disitu ada modul dari kementerian mengenai besik apa yang akan di ajarkan di kelas P2K2 tersebut, dan peserta KPM mempunyai tanggung jawab atas biaya lima modul sebesar Rp.10.000,- (Sepuluh Ribu Rupiah) per modulnya, sehingga tanggung jawab per KPM sebesar Rp. 50.000,- (Lima Puluh Ribu Rupiah) itu.
Sebenarnya memang kegiatan P2K2 tersebut dilaksanakan di awal tahun, namun karena terbentur beberapa hal dan persalinan saya, maka kegiatan tersebut belum terlaksana, dan saya sudah sampaikan kepada ketua kelompok KPM atas kendala tersebut. “Kilahnya. (Mus/team)