Ancam Wartawan Lawan UU No.40 Tahun 1999 Tentang Pers

BANDAR LAMPUNG tirasnusantara.com – Aminudin Ketua Forum Pers Independen Indonesia (FPII) Propinsi lampung. menjelaskan Perbuatan pengancaman terhadap wartawan yang dilakukan oknum operator Paud Kober Aster terindikasi melanggar UU no 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Oknum operator ini bila terbukti mengancam dan melarang wartawan meliput atau mengancam Kegiatan peliputan bisa diancam hukuman kurungan dua tahun penjara dengan denda 500.000.000 juta.

Seharusnya wahyu cukup memberikan keterangan sesuai fakta, karna sebagai nara sumber punya hak /pendapat sesuai Fakta, bukannya mengancam atau melarang wartawan meliput.

WAHYU selaku oprator Paud kober aster Way lunik kecamatan panjang Bandar Lampung. dan juga merupakan anak Istianatul dari pemilik Paud tersebut tolak keras bahkan ancam wartawan tentang pemberitaan dugaan pengelembungan data murid sebagaimana yang telah di beritakan edisi lalu. yang terdaftar di data dapodik sebanyak 25 murid sedangkan yang bersekolah hanya sebanyak 19 murid.

Hal ini di sanggah Wahyu melalui via phonsel WhatsAp pada (02/08) dengan alasan menurutnya bahwa yang menyatakan pengelembungan data murud itu adalah wewenang penyidik. dalam sanggahan juga di ucapkan oleh Wahyu meminta untuk menghubungi seseorang yang di akuinya sebagai bapak angkatnya. yang dia anggap sebagai pemain karna menurutnya sama sama pemain mungkin lebih mengerti,” paparnya. Entah apa artinya dari kata pemain yang di maksud Wahyu. Karna kami sebagai wartawan bukanlah pemain.

Sementara itu Atika guru Paud Kober Aster yang sebagai nara sumber menanggapi dari sanggahan Wahyu untuk itu Atika berharap kepada pihak penyidik mengusut tuntas permasalahan ini dan bila perlu saya yang akan melaporkan di karnakan saya selaku guru di Paud tersebut prihatin dan juga secara tidak langsung ikut tercemar nama baik saya.

Atika. menjelaskan bahwa pada hari Jum,at (02/08). Wahyu dan Istianatul. mendatangi Rumah saya dan Wahyu mengatakan kepada saya selama 10 tahun terahir ini tidak pernah mendapa insentif guru. baik berupa apa dan dari dana apapun tidak pernah dapat.

Terpisah Saat di konfirmasi team tirasnusantara.com pada (02/08) wali murid yang enggan di sebutkan namanya mengatakan bahwa saya tidak terima nama anak saya terdaftar di data dapodik pada tahun ajaran 2018/2019 lalu. saya tidak pernah mendaftarkan nama atau anak saya di Paud kober Aster. dulu pernah dia meminta kartu keluarga (KK) saya tapi dia omong untuk pendaftaran progran keluarga harapan (PKH) dan bukan untuk mendaftarkan anak saya sekolah. karna dia selaku rukun tetangga (RT) makanya saya kasih. dan anak saya baru masuk sekolah pada tahu ajaran 2019/2020 dan baru mulai masuk sekolah pada 18/07/2019 lalu. Dan mengapa nama anak saya sudah terdaftar. jika terbukti ada dugaan penyalah gunaan dokumen saya. Istianatul harus bertanggung jawab. “Jelasnya. (Riyanto)