AMPHIBI, HIPMI PT, HMI, Karir Kebaikan & BCC Distribusikan Bantuan Untuk Korban Terdampak Longsor di Sumedang

SUMEDANG tirasnusantara.com – Bencana longsor yang melanda kabupaten sumedang ini, memakan beberapa korban jiwa dan kerugian dari segi material harta benda pada warga yang terkena dampak longsor pada bulan januari lalu.

Adapun yang hadir dalam pendistribusian tersebut tidak terlepas berangkat dari rasa kepedulian sosial diantaranya : Rigel pawallo, ST selaku Ketua Umum HIPMI PT Kota Bekasi, Endra Dwi J Kabid Media, Branding & Pariwisata HIPMI PT Kota Bekasi, Ika Anggraeni Anggota Kompartemen Bidang Media HIPMI PT Kota Bekasi, Virgiawan Listanto Djaha Ketua Umum HMI Komisariat Tribuana, Fahry muzafar Ketua umum HMI Komisariat Fisip, Renvino Akbar Sekum HMI Komisariat BSI, telah mengumpulkan hasil donasi diantaranya bahan baku makanan berupa Sembako berupa Beras, Kopi, Teh, Gula. Alat bantu kesehatan Masker dan Obat-obatan ringan.

Dalam pendistribusian HIPMI PT Kota Bekasi berkoordinasi dengan Moh.Hendri Ketua Amphibi Bekasi Raya, Willy Nurwahyudi Sekretaris Amphibi Bekasi Raya yang turut serta mendistribusikan bantuan untuk korban bencana longsor sampai pada posko bantuan bencana yang berlokasi di Desa Cihanjuang kecamatan Cimanggung kabupaten Sumedang Jawabarat menggunakan unit kendaraan Rescue Amphibi. pada Jumat (12/02/2021)

Dengan adanya kegiatan donasi diwilayah Sumedang desa Cihanjuang untuk memberikan keringanan berupa bantuan terhadap bencana tanah longsor dan juga sebagai bentuk kepedulian para pengusaha muda kepada korban bencana. Ucap Rigel.

“Alhamdulillah, donasi yang diamanatkan sudah kita serahkan kepada yang berhak. Diterima langsung oleh kepala desanya. Agenda ini memang sebagai wujud implementasi HMI sebagi kader umat kader bangsa. Ya, Walaupun kami terlambat tapi Desa ini masih membutuhkan bantuan yang perlu untuk di bantu. Terimakasih juga kepada para donatur-donatur yang turut serta terlaksana nya agenda ini. tutur Virgin.

Saat dimintai keterangan sebagai pemerhati lingkungan hidup, Moh Hendri mengatakan bahwa bencana alam yang terjadi saat ini adalah “dari kita kembali ke kita”, dilihat langsung dari kondisi lapangan pada lokasi bencana terlihat adanya peralihan fungsi lahan perbukitan, menjadi perkebunan dan perumahan, yang menyebabkan rawan terjadinya pergeseran tanah atau longsor, karna berkurangnya jumlah pohon pelindung yang ada. Untuk itu pentingnya edukasi kepada masyarakat dalam perbaikan lingkungan hidup. (Yahman)