Amie; Palsukan Legalisir Ijazah Perbuatan Melanggar Hukum

LAMPUNG BARAT tirasnussntara.com – Berani berbuat berani bertanggung jawab, itu merupakan semboyan yang sering terdengar dikalangan masyarakat, hal itu mengisyaratkan agar kita selalu waspada dalam melakukan rutinitas jangan sampai melanggar etika apa lagi sampai melanggar hukum.

Namun semboyan itu tidak menjadi referensi bagi DS oknum bidan Desa yang bertugas di Pekon Negeri Jaya Kecamatan Bandar Negeri Suoh Kabupaten Lampung Barat, pasalnya kuat dugaan sewaktu diterima menjadi CPNS Lampung Barat tahun 2017 yang bersangkutan dengan tidak merasa bersalah melakukan pemalsuan cap dan tanda tangan pihak akademik guna untuk mempermudah pemberkasannya.

Berkaitan dengan hal itu Aminudin selaku ketua Setwil FPII Provinsi Lampung menilai perbuatan yang sudah dilakukan oleh DS bukan merupakan perbuatan yang dibenarkan, akan tetapi merupakan pelanggaran yang mesti dipertanggung jawabkan, “Terangnya.

Lebih lanjut, Amie sapaan akrap Aminudin mengatakan, “Menurut Pasal 263 dan 264 KUHP, bahwa tindak pidana pemalsuan akan lebih berat ancaman hukumannya apabila surat yang dipalsukan tersebut adalah surat-surat otentik. Atau surat yang dibuat menurut bentuk dan syarat-syarat yang ditetapkan undang-undang, menurut hemat saya pemalsuan cap dan tanda tangan legalusir ijazah itu merupakan tindak pidana, “Paparnya.

“Jadi berkaitan dengan hal itu kami akan mengusut tuntas persoalan ini agar tidak ada lagi yang coba – coba berbuat untuk kelangsungan hidupnya dengan menghalalkan segala cara, ingat ini negara hukum, apa lagi ASN atau calon ASN itu hendaknya menjadi contoh bukan malah sebaliknya, “Geram Amie

Melalui sambungan telpon beberapa waktu lalu kepada team tirasnusantara.com DS keberatan bila pemalsuan cap dan tangan legalisir CPNS tersebut di fokus hanya kepada dirinya saja. “Kenapa saya sendiri yang di usut…?” Kilah DS dengan nada terburu – buru dengan menutup telpon, tanpa menyebutkan siapa nama – nama lain yang ia maksud ikut juga memalsukan cap dan tangan dimaksud.Dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan DS itu di perkuat juga dengan pernyataan “E”. Kepada team tirasnusantara.com “E” mengatakan dulu dirinya pernah diminta DS membantu melengkapi pemberkasan, “Iya dulu saya pernah membantu karena DS mendapat perintah dari Dinas Kesehatan Lampung Barat agar segera melengkapi berkas CPNS.

“Sehubungan waktu pendataan dan memasukkan berkas CPNS yang diminta pihak Pemerintah Daerah waktunya singkat, maka menurut DS bila ke kampusnya di Tangerang untuk legalisir langsung tidak memungkinkan, maka DS minta tolong untuk dibuatkan cap legalisir Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada yang beralamat di Daerah Karawaci Tangerang. “Paparnya.

Masih lanjut “E”, “Saya sempat dua kali diminta oleh DS untuk membuat Cap palsu yang pertama dibuat di Talang Padang Kabupaten Tanggamus, karna cap yang di buat ukurannya tidak sesuai dengan yang aslinya, maka DS meminta saya untuk membuatkan lagi, maka cap Akbid Karya Bunda Husada saya buatkan di Pajar Bulan Lampung Barat. “Tutupnya.

Sementara sampai berita ini diturunkan belum satupun pihak yang terkait berhasil ditemui dan memberikan tanggapan. (team FPII/Roso/Naz)