Alat Dan Mesin Pertanian Pesisir Barat Diduga Menjadi Usaha Pribadi Pengurus Brigade

PESISIR BARAT tirasnusantara.com – Kementerian Pertanian (Kementan) membentuk Brigade Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) bertujuan untuk mengoptimalkan fungsi Alsintan.

Brigade Alsintan itu dinilai akan sangat membantu dan memberikan keuntungan bagi petani yang ingin meminjam Alsintan.

Petani yang ingin meminjam tinggal berkoordinasi dengan Distan atau Brigade untuk memperjelas siapa yang bertanggungjawab atas peminjaman.

Tapi tidak demikian yang terjadi di Kabupaten Pesisir Barat, sejak tahun 2018 sebanyak 13 Alsintan (Mesin Panen padi), diduga hanya menjadi lahan basah pengurus Brigade, demikian ungkap Nazwirman, ST selaku masyarakat pemerhati petani kepada team tirasnusantara.com Senin (15/6).

Pasalnya, biaya pemakaian alat tersebut oleh petani cukup pantastis yaitu berkisar antara 20-25 juta rupiah per mesin panen dalam satu kali musim garap.

“Jadi kalau demikian penghasilan Brigade itu dalam satu tahun mendekati angka Rp. 200.000.000,- (Dua Ratus Juta Rupiah), dan dana sebanyak itu tidak ada teransparansi terhadap publik, maka patut kita duga itu dijadikan sebagai usaha pribadi pengurusnya saja.

“Hal ini merupakan kewajiban kami selaku masyarakat untuk mempertanyakan maupun mempersoalkan, agar tidak ada pihak-pihak yang dirugikan, terlebih ini menyangkut masyarakat tani, tentunya juga kami berharap adanya tindak lanjut oleh pihak terkait untuk mengaudit keluar masuknya uang oleh Brigade agar masyarakat jangan selamanya dibohongi, “Tutupnya.Disambangi dikantornya Munir Nawawi Manager Brigade Alsintan Kabupaten Pesisir Barat didamping Warto selaku operator operasional dilapangan membenarkan adanya 13 unit mesin panen padi, dan operasionalnya langsung dijalankan oleh Brigade Alsintan, yakni untuk pemeliharaan dan pengoptimalan Alsintan.

“Karena volume Alsintan yang ada butuh pemeliharaan, maka kami satukan penempatannya dikomplek Balai Penyuluh Pertanian Pesisir Selatan, dengan tujuan agar mesin-mesin tersebut dapat terawat dengan baik.

Disinggung soal pendapatan Brigade yang lumayan besar, Munir membenarkan bahwa memang pemasukan cukup lumayan besar, akan tetapi pengeluarannya juga sangat besar.

“Iya benar bahwa pemasukan kami cukup lumayan besar dalam satu tahunnya, akan tetapi pengeluarannya juga sangat besar, mulai dari BBM, Vanbel, trek/roda, roler, gir bintang, rantai dan lainnya, sehingga rata-rata dalam satu kali garap menghabiskan dana lebih kurang sebesar Rp. 100.000.000,- (Seratus Juta Rupiah).

“Jadi uang tersebut lebih banyak terpakai untuk biaya operasional, memang kalau dikalkulasi pertahun banyak uang yang masuk, namun begitu pun pengeluarannya, dan semua keluar masuknya uang pihak Distan juga tau. “Kilah Munir. (Yahman/Naz/Tubi/team).