ADAKAN ACARA TUMPENG SUKURAN PEMBEBASAN LAHAN VILAMASIN DESA MENDAH

Oku Timur Tirasnusantara.com,-(17 -11-2020 ) Antusias masyarakat vila masin berduyun duyun mendatangi balai dusun bukan untuk berunjuk rasa namun mereka mau menghadiri kedatangan camat kecamatan Jayapura Sugiyarto SE MM adapun misi dari kedatangan camat kelokasi tersebut dalam rangka penyampaian surat keputusan menteri lingkungan hidup dan kehutanan Republik Indonesia nomor 5.773/menihk Setjen/PLA.2/10/2020 tanggal 21 Oktober 2020 tentang persetujuan pola penyelesaian penguasaan tanah dalam kawasan hutan (PTKH)

Menteri lingkungan hidup dan kehutanan telah menyetujui perubahan batas provinsi sumatra selatan seluas lebih kurang 8.164,6 ha dengan rincian
a.kabupaten muara Enim
452,4 ha
b.kabupaten Musi
Banyu asin 2.891,6 ha
c.kabupaten Musi Rawas
1.880,7 ha
d.kabupaten Ogan
Komering Ilir 2.192,4
ha
e.kabupaten Ogan
Komering ulu Selatan
249,7 ha.
f.kabupaten Ogan
Komering ulu timur
497,8 ha.

Dengan diterbitkannya surat keputusan menteri tersebut masyarakat sangat mengapresiasi perjuangan pemerintah bersama tokoh masyarakat mendah.
Ibu Rismalena selaku kepala desa mendah bekerja sama dengan mantan kepala desa mendah Rudisetiono dan toko masyarakat Muhammadzen (Alek) merupakan tokoh masyarakat desa mendah

Perjuangan masyarakat desa mendah juga mendapatkan dukungan yang kuat dari pemerintah kecamatan Jayapura yang mana camat dijabat Sugiarto SE MM beliau sangat gigih memperjuangkan atas apa yang diinginkan masyarakat vila masin bukit batu desa mendah tersebut
Program tersebut juga mendapatkan dukungan dari pemangku adat kecamatan Jayapura Soesilo DS menjabat selaku ketua adat kecamatan Jayapura
Misi tersebut juga mendapat dukungan dari lembaga aliansi Indonesia dan yayasan lembaga pakta hukum Indonesia (YL-FHI) juga dukungan dari lintas lembaga dan berbagai media.

Ukapan terimakasih masyarakat desa mendah juga disampaikan kepada pemerintah kabupaten Okutimur dan segenap instansi yang terkait terutama kepada bupati Okutimur M.Holikmawardi S.SOS.MSI.dan gubernur Sumatra Selatan H.Hermanderu yang sangat mendukung program ini.

Dalam pidatonya Sugiarto juga menyampaikan kepada masyarakat desa mendah vila masin, dengan adanya pembebasan lahan kepada masyarakat desa mendah maka kedepannya ada rencana pemekaran desa yang mana akan dibagi menjadi tiga desa guna untuk mewujutkan pembangunan desa yang merata
Mengingat begitu luasnya wilayah dan banyaknya penduduk desa mendah pembangunan yang dananya bersumber dari DD/ADD tidak mungkin semuanya terkaver pembangunannya oleh dana yang ada dan dibangun oleh satu desa.
Diakhir pidatonya Sugiarto juga menyampaikan kepada masyarakat mengingat lahan yang mereka tempati dan menjadi usaha masyarakat setempat tentu kita harus menertibkan legal dan atmitrasi pembuatan surat yang akan kita urus sampai kejenjang sertifikat ujar Sugiarto dipenghujung acara setelah melakukan doa bersama yang dipimpin oleh ustadz M.Kandabudi
Setiawan Sp.di.sh sampailah kita di acara yang paling sakral yaitu pemotongan nasi tumpeng yang masing-masing dipersembahkan oleh tujuh dusun yang ada di desa mendah dan langsung Acra makan bersama yang dipimpin oleh bapak Sugiarto dan Ibu.
Tirasnusantara.com
John Kabiro/Dedi