8 KADES/PJS SE KECAMATAN JAYAPURA DILAPORKAN ALIANSI INDONESIA KE PIHAK YANG BERWAJIB

OkuTimu tirasnusantara.com,- Setelahtim aliansi indonesia cek pembangunan pengelolaan dana desa ,baik DD maupun ADD dan hasil temuan dilapangan ternyata sangat mencengangkan terutama saat melakukan siaran langsung melaluiedia face book yang berlokasi di desa waysalak yang diduga merupakan titik terparah yang mana cor beton jalan poros desa tersebut sudah rontok di beberapa titik 

Menurut Kanda Budi Setiawan Spd i,SH yang merupakan ketua DPC Aliansi Indonesia okutimur dalam siaran langsung di media facebook tersebut mengatakan cor jalan desa sangat tidak sesuai dengan RAB( Rencana Anggaran Biaya ) dan diduga mark up ujar Budi
Mengutip pemberitaan Mitrosumsel,globalnusantara pada beberapa waktu yang lalu desa waysalak sangat diyakini pengerjaannya dilakukan secara asal asalan kami menerbitkan berita tersebut atas hasil wawancara kami melalui via telepon dengan masarakat desa waysalak yang dengan tegas mengatakan pengerjaan DD desa waysalak ada yang saya ketahui beberapa titik bangunan tidak ada 15 cm dan adukan molen tidak ada takaran/ ukuran ujar masarakat tersebut dengan sangat tegas
Kepala desa waysalak yang baru menjabat kurang lebih satu tahun ini memang sudah banyak menuai kontro versi di masarakar desa waysalak sendiri dan diduga sering melanggar aturan pemerintah diantara nya tidak melaksanakan surat edaran mentri dalam negeri dan perbup okutimur tentang penjaringan dan penyaringan perangkat desa tidak terbuka kepada publik ada kesan di tutup tutupi kepada masarakat bahkan ada beberapa perangkat yang tidak memenuhi sarat yang di tentukan
Kepala Desa yang bernama Ahmad Sarnubi ini sudah banyak dugaan di masarakat karna baru setahun jabatan sudah berubah drastis
dan sangat kelihatan mewah.
Kembali mengutip hasil kontrol kelapangan dari tim Aliansi Indonesia bukan cuma melaporkan masalah bobroknya pengelola anggaran negara untuk pembangunan desa tetapi juga membuat laporan masalah BUMDES (Badan Usaha Milik Desa)dan juga PTSL menurut Budi bangunan desa waysalak di perkirakan cuma 30 persen dan bisa di pastikan bangunan tersebut mark up dan sudah pasti ini akan kami laporkan ke pihak yang berwajib tipikor polda dan tipikor kejaksaan ujar budi tegas .
Menurut budi kepala desa itu merupakan amanat yang dipercaya oleh masarakat untuk mengelola anggaran Dana dari pemerintah pusat untuk di kelola secara benar dan amanah bukan untuk memperkaya diri pribadi.
(A.R tirasnusantara.com)